Soal Wakil KSP, Moeldoko Sebut Masih Mencari

Jum'at, 27 Desember 2019 - 15:38 WIB
Soal Wakil KSP, Moeldoko...
Soal Wakil KSP, Moeldoko Sebut Masih Mencari
A A A
BOGOR - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengaku belum ada sosok yang ditunjuk untuk menjadi wakilnya. Dia mengaku masih mencari-cari sosok untuk menjadi wakilnya.

"Lagi nyari-nyari," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (27/12/2019).

(Baca juga: Wakil KSP Diharap Bisa Tingkatkan Performa di Periode Kedua Jokowi)

Moeldoko mengaku, ada kriteria khusus untuk menduduki kursi wakil KSP. Salah satunya adalah paham tentang teknokrasi. "(Kriteria) ya fokus pada itu, pada itu teknokratisnya. Dari profesional," ungkapnya.

Saat ditanyakan apakah Andi Wijayanto masuk dalam radarnya, Moeldoko hanya menjawab belum. Sementara saat ditanyakan kemungkinan Yanuar Nugroho, dia hanya menjawab bisa saja. "Ya bisa aja. Tapi kan belum tahu," tuturnya.

Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) Presiden Fadjroel Rachman mengatakan, posisi Wakil KSP akan lebih memperkuat fungsi KSP dalam membantu presiden.

Seperti diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Peraturan Presidden (Perpres) Nomor 83/2019 tentang KSP pada tanggal 18 Desember lalu.

"Melihat dari perpres ini, untuk memperkuat fungsi KSP dengan tambahan wakil KSP. Terutama untuk menjamin perintah presiden soal sent-delivered," katanya.

Dia mengatakan, nantinya KSP Moeldoko akan lebih fokus pada kebijakan. Sementara wakil KSP memastikan kebijakan tersebut tersampaikan dan bermanfaat bagi masyarakat.

"Dalam pidato presiden tanggal 20 Oktober 2019 dan juga disampaikan pada saat perkenalan dan pelantikan menteri yaitu perintah agar semua porogram bukan saja sekadar sent tapi juga delivered," ungkapnya.

Ditanyakan siapa sosok yang akan diangkat sebagai wakil KSP, Fadjroel mengatakan, masih diproses di Sekretariat Negara (Setneg). Menurutnya tim internal Setneg yang akan memilih. Dia membantah bahwa posisi ini hanya untuk mengakomodir partai polik.

"Tidak ada. Yang ada ini dari pembicaraan kami dengan Moeldoko juga bahwa mereka adalah profesional. Profesional itu kan bisa berasal dari partai, nonpartai. Dan kemudian mereka yang berpengalaman di wilayah birokrasi sehingga bisa membantu unit delivery assurance," jelasnya.
(maf)
Berita Terkait
Staf Khusus Presiden...
Staf Khusus Presiden Surati Camat, Natalius Pigai: Ada Vandalisme Moral
Moeldoko: Teguran Presiden...
Moeldoko: Teguran Presiden Kemarin Paling Keras
Isu Reshuffle Rabu Pon,...
Isu Reshuffle Rabu Pon, Istana: Gosip Ini Sudah 5 Kali di Periode Kedua Jokowi
Presiden Lantik Politikus...
Presiden Lantik Politikus Hanura Jadi Kepala BP2MI
Dongkrak Kinerja Kabinet!
Dongkrak Kinerja Kabinet!
Ditanya Soal Reshuffle,...
Ditanya Soal Reshuffle, Moeldoko: Presiden Katakan Akan Ambil Risiko
Berita Terkini
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Infografis
Profil Wakil Panglima...
Profil Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Teman Seangkatan Jenderal Agus Subiyanto
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved