Presiden Jokowi: Masa Depan Bangsa Ditentukan Tiga Sektor
Jum'at, 20 Desember 2019 - 13:36 WIB
Presiden Jokowi: Masa Depan Bangsa Ditentukan Tiga Sektor
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, masa depan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh tiga sektor strategis. Hal itu menjadi ajang kompetisi global yang memengaruhi geopolitik internasional yakni sektor pangan, sektor energi dan sumberdaya air.
Hal itu telah kali diungkapkan Jokowi berkali-kali di berbagai kesempatan. Tidak mengherankan bila dalam visi misi Nawacita Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) periode 2014-2019 menempatkan swasembada dan ketahanan pangan menjadi prioritas pembangunan.
Dengan jumlah penduduk sekitar 260 juta jiwa, Indonesia merupakan pasar yang demikian besar dan menjadi incaran negara lain, terutama di sektor yang menjadi kebutuhan pokok rakyat yang harus dipenuhi.
Faktor inilah yang meletakkan Indonesia dalam arus kompetetisi global untuk mampu mandiri dan memiliki ketahanan pangan yang kuat agar tidak tergantung dalam hal pangan dari negara lain.
Pemerhati kedaulatan pangan Tjipta Lesmana mengatakan, di era Kabinet Kerja Jilid 1, apa yang telah dilakukan Andi Amran Sulaiman sewaktu menjabat menteri pertanian dinilai sangat tepat dan sudan on the track. ”Kinerja Kementerian Pertanian dalam berbagai upayanya menegakkan kembali kejayaan pangan Indonesia sangat patut diapresiasi sebagai peletak awal pembangunan pertanian modern Indonesia,” ucapnya, Jumat (20/12/2019).
Senada pengamat kebijakan politik dan pengajar Universitas Paramadina Hendri Satrio. Menurut Hensat sapaan akrabnya, pencapaian kerja Kementerian Pertanian memang spektakuler karena mampu dengan cepat melakukan trasformasi pertanian menuju pertanian modern.
Hensat menambahkan, capaian kerja Kementan bukan hanya sekadar pencitraan semata. Bappenas sendiri mengakui sektor pertanian menjadi sektor andalan karena kontribusinya dalam pembangungan ekonomi Indonesia serta menjadi kementerian yang dinilai mampu mengelola anggaran dengan sangat produktif. “Ini pengakuan Bappenas loh. Bukan hanya rekaan semata. Lonjakan itu bisa dilihat dari PDB sektor pertanian kita naik dari Rp900 triliun menjadi Rp1.400 triliun,” tegasnya.
Hal itu telah kali diungkapkan Jokowi berkali-kali di berbagai kesempatan. Tidak mengherankan bila dalam visi misi Nawacita Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) periode 2014-2019 menempatkan swasembada dan ketahanan pangan menjadi prioritas pembangunan.
Dengan jumlah penduduk sekitar 260 juta jiwa, Indonesia merupakan pasar yang demikian besar dan menjadi incaran negara lain, terutama di sektor yang menjadi kebutuhan pokok rakyat yang harus dipenuhi.
Faktor inilah yang meletakkan Indonesia dalam arus kompetetisi global untuk mampu mandiri dan memiliki ketahanan pangan yang kuat agar tidak tergantung dalam hal pangan dari negara lain.
Pemerhati kedaulatan pangan Tjipta Lesmana mengatakan, di era Kabinet Kerja Jilid 1, apa yang telah dilakukan Andi Amran Sulaiman sewaktu menjabat menteri pertanian dinilai sangat tepat dan sudan on the track. ”Kinerja Kementerian Pertanian dalam berbagai upayanya menegakkan kembali kejayaan pangan Indonesia sangat patut diapresiasi sebagai peletak awal pembangunan pertanian modern Indonesia,” ucapnya, Jumat (20/12/2019).
Senada pengamat kebijakan politik dan pengajar Universitas Paramadina Hendri Satrio. Menurut Hensat sapaan akrabnya, pencapaian kerja Kementerian Pertanian memang spektakuler karena mampu dengan cepat melakukan trasformasi pertanian menuju pertanian modern.
Hensat menambahkan, capaian kerja Kementan bukan hanya sekadar pencitraan semata. Bappenas sendiri mengakui sektor pertanian menjadi sektor andalan karena kontribusinya dalam pembangungan ekonomi Indonesia serta menjadi kementerian yang dinilai mampu mengelola anggaran dengan sangat produktif. “Ini pengakuan Bappenas loh. Bukan hanya rekaan semata. Lonjakan itu bisa dilihat dari PDB sektor pertanian kita naik dari Rp900 triliun menjadi Rp1.400 triliun,” tegasnya.
(cip)