PPP Minta Pemerintah China Terbuka Soal Muslim Uighur

Kamis, 19 Desember 2019 - 17:15 WIB
PPP Minta Pemerintah...
PPP Minta Pemerintah China Terbuka Soal Muslim Uighur
A A A
JAKARTA - Fraksi PPP DPR mendukung pernyataan Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang meminta pemerintah China terbuka kepada dunia internasional terkait dengan masyarakat muslim Uighur. (Baca juga: Ini Sikap Indonesia Soal Nasib Muslim Uighur)

"Fraksi PPP mendukung pernyataan Wapres KH Ma'ruf Amin agar pemerintah China terbuka kepada masyarakat internasional mengenai dugaan pelanggaran HAM masyarakat muslim di Uighur," kata Sekretaris Fraksi PPP Achmad Baidowi dalam siaran pers yang diterima SINDOnews di Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Pria yang akrab dengan sapaan Awiek ini menyatakan, dengan keterbukaan sikap pemerintah China bisa menghilangkan kecurigaan dunia serta dapat mengakhiri kontroversi yang berkepanjangan terkait isu pelanggaran HAM terhadap muslim Uighur.

Awiek melanjutkan, PPP juga mendorong pemerintah Indonesia melalui diplomasi yang lebih aktif dari Menteri Luar Negeri (Menlu) untuk diperoleh penjelasan mengenai dugaan pendidikan vokasi yang seperti kamp tertutup, atau pelarangan ibadah termasuk kemungkinan mengonsumsi makanan yang tidak sesuai ajaran Islam. "Hasil penjelasan tersebut bisa disampaikan ke muslim Indonesia sehingga tidak ada lagi informasi yang simpang siur," imbuhnya.

Mantan Jurnalis KORAN SINDO ini, Fraksi PPP melalui anggota di Komisi I DPR meminta pemerintah Indonesia dapat berdialog dengan pemerintah China agar dapat ditemukan model pembangunan yang lebih sesuai dengan nama Provinsi Xinjiang, Uighur Autonomous Region atau Daerah Otonom Xinjiang Uighur.

Menurutnya, dengan keberhasilan pemerintah dan DPR sejak era Reformasi menjalankan otonomi daerah dalam upaya mempertahankan kesatuan Indonesia, maka tanpa bermaksud mengintervensi urusan dalam negeri negara lain, model pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia dapat dipelajari dan diterapkan pemerintah China, termasuk model otonomi khusus di Aceh. "Paling tidak bertukar pengalaman antar negara menjadi bagian Indonesia untuk turut serta menciptakan perdamaian dunia," usul Awiek.

Lebih dari itu, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR ini juga meminta pemerintah dan ormas-ormas Islam untuk menjaga soliditas dan kesatuan sikap terkait persoalan muslim Uighur ini. "Demi melindungi hak-hak asasi manusia saudara-saudara kita di Uighur, sebagaimana juga umat Islam di belahan dunia lainnya," tandasnya.
(cip)
Berita Terkait
3 Pelanggaran HAM yang...
3 Pelanggaran HAM yang Dilakukan China kepada Warga Muslim Uighur
Soal Muslim Uighur,...
Soal Muslim Uighur, DPR: China Tinggal Buktikan Tak Ada Pelanggaran HAM
China Diduga Berupaya...
China Diduga Berupaya Alihkan Isu Pelanggaran HAM Muslim Uighur
Fokus Tangani Erupsi...
Fokus Tangani Erupsi Semeru, PPP Yakin Reshuffle Rabu Pon Tak Terjadi
Inggris Umumkan Sanksi...
Inggris Umumkan Sanksi Bisnis Terkait Pelanggaran HAM di Xinjiang
Miliarder Ini Ngaku...
Miliarder Ini Ngaku Tak Peduli Soal Penindasan Muslim Uighur di China
Berita Terkini
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved