ICW: Temuan PPATK Soal Rekening Kasino Kepala Daerah Problem Klasik

Rabu, 18 Desember 2019 - 18:44 WIB
ICW: Temuan PPATK Soal...
ICW: Temuan PPATK Soal Rekening Kasino Kepala Daerah Problem Klasik
A A A
JAKARTA - Kepala Devisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun menilai pernyataan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) yang menyebut ada beberapa kepala daerah diduga melakukan pencucian uang dengan nominal Rp50 miliar di kasino merupakan problem klasik. (Baca juga: Penegak Hukum Diminta Usut Kepala Daerah yang Cuci Uang di Kasino)

"Ini kan sebetulnya problem klasik. PPATK itukan intelijen, dia yang menelusuri. Nah, KPK hanya memiliki kewenangan menganalisis, tidak bisa menyidik, kenapa karena semua hasilnya diserahkan kepada Kepolisian, Kejaksaan, BNN, Pajak, dan Bea Cukai," ujar Tama di kawasan Raden Saleh, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019). (Baca juga: DPR Dalami Laporan PPATK Soal Kepala Daerah Cuci Uang di Kasino)

Tama yakin informasi yang didapati PPATK muncul hasil refleksi. Dirinya meyakini informasi tersebut telah diterima penegak hukum. "Masalahnya kan tidak ditindaklanjuti, nah apakah problemnya transaksi itu hasil perbuatan kejahatan atau bukan? Nah ini kewenangan penegak hukum. Kalau mau refleksi lebih jauh, 2018 itu kan ada 4.777, April 2019 lebih dari 1500 transaksi mencurigakan," jelasnya.

Menurut dia, informasi ini sudah banyak diterima dan dianalisis oleh KPK. Masalahnya, ini tidak ditindaklanjuti. ”Sehingga bisa jadi pimpinan KPK kesal. Bisa saja dalam penyampaian refleksi akhir tahun dia sampaikan," tambahnya.

Tama berharap penegak hukum dapat menelusuri hasil temuan PPATK itu. Baik oleh kejaksaan, polisi, dan juga KPK. "Nah siapapun yang menerima laporan itu wajib ditelusuri. Karena kita tidak tahu detailnya, karena PPATK terikat sama UU. Kalau tidak detail ada pidana buat dia. Maka sekarang tanggungjawabnya kepada penegak hukum," tuturnya.
(cip)
Berita Terkait
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Ungkap Aliran Suap Bansos...
Ungkap Aliran Suap Bansos COVID-19, KPK Koordinasi dengan PPATK dan Perbankan
Pegawai KPK Tolak Pelatihan...
Pegawai KPK Tolak Pelatihan Bela Negara di Kemenhan
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa...
Ahok Sambangi KPK, Diperiksa Terkait Kasus LNG Pertamina
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
Berita Terkini
Prabowo Pimpin Rapat...
Prabowo Pimpin Rapat 5 Jam soal Koperasi Desa Merah Putih di Istana, Ini Hasilnya
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Kejagung Ralat Pernyataan,...
Kejagung Ralat Pernyataan, Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka di 3 Sprindik Baru
Rismon: Jokowi Tak Ingin...
Rismon: Jokowi Tak Ingin Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, hanya Ingin Polemik Ijazah Tuntas
Dongkrak Ekonomi Perdesaan,...
Dongkrak Ekonomi Perdesaan, 10 Asosiasi Desa Dukung Kopdes Merah Putih
Wamenhaj Dorong Semangat...
Wamenhaj Dorong Semangat 'Travel Beyond Profit' di Mukernas III ASPHIRASI
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved