Jokowi Tegaskan Memeluk dan Menjalankan Agama Dijamin Konstitusi

Rabu, 18 Desember 2019 - 17:59 WIB
Jokowi Tegaskan Memeluk...
Jokowi Tegaskan Memeluk dan Menjalankan Agama Dijamin Konstitusi
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan konstitusi menjamin kebebasan setiap penduduk untuk memeluk dan menjalankan agama sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Untuk itu, dirinya tidak membenarkan tindakan-tindakan pelarangan atau sweeping saat perayaan hari keagamaan.

"Oh endak lah, di negara ini konstitusi kita menjamin. Sudah jelas kok, tegas itu di konstitusi kita. Jadi enggak perlu saya jawab, wong konstitusi kita sudah menjamin kita untuk memeluk agama dan menjalankan menurut kepercayaan masing-masing itu sudah dijamin konstitusi. Enggak perlu ada yang diragukan mengenai itu," kata Jokowi melalui siaran persnya yang diterima SINDOnews, Rabu (18/12/2019).

Sebelumnya ketika memimpin rapat terbatas soal persiapan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 Jokowi telah menyampaikan arahan kepada jajarannya untuk menjaga situasi dan kondisi tetap kondusif. Jokowi meminta TNI, Polri, dan BIN terus bersinergi melakukan tindakan pencegahan atau penangkalan dari setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

"Kita juga harus terus memperkuat nilai-nilai toleransi, nilai-nilai kerukunan, dan nilai-nilai persaudaraan di antara sesama anak bangsa sehingga menjelang Natal dan Tahun Baru kenyamanan dan rasa aman masyarakat bisa kita hadirkan," ungkapnya.

Pemerintah menegaskan bakal menindak tegas pihak-pihak yang sweeping rumah ibadah. Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan Presiden Jokowi telah memerintahkan Kapolri dan Panglima TNI memberikan rasa aman jelang Natal dan Tahun Baru 2020.

“Tadi Pak Kapolri laporkan kepada Presiden dalam rapat terbatas (Ratas), pada prinsipnya Polri siap memberi rasa aman termasuk hal-hal yang berkaitan dengan ancaman-ancaman yang ada termasuk kalau ada sweeping atau aksi tolak peribadatan dan lain-lain,” kata Pram.

Dia mengatakan, jika ada aksi SARA maupun tawuran akan ditindak oleh Kapolri. Sebab, Presiden ingin agar hal-hal tersebut tidak terjadi di momen Natal dan Tahun Baru kali ini. “Tadi dilaporkan oleh Kapolri akan mengambil tindakan tegas terhadap hal-hal yang seperti itu. Sehingga Presiden minta kepada Kapolri dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru aksi-aksi seperti itu tidak ada lagi,” paparnya.

Pram mengatakan Operasi Lilin akan dijalankan pada 19 Desember mendatang dan berakhir 2 Januari. Dimana Operasi Lilin akan melibatkan banyak personel. “Personel hampir 161.000 baik dari TNI/Polri, Satpol PP, Dishub, dan dinkes secara total . Sehingga dalam hal ini menyambut Natal, baik Polri dan jajaran lain siap,” katanya.
(cip)
Berita Terkait
Polri Amankan 508 Titik...
Polri Amankan 508 Titik di Seluruh Indonesia saat Perayaan Natal dan Tahun Baru
113 Ribu Prajurit Disiapkan...
113 Ribu Prajurit Disiapkan untuk Bantu Polri dalam Pengamanan Nataru
Sambut Natal dan Tahun...
Sambut Natal dan Tahun Baru dengan Berbagi Keceriaan di Christmas Fantasy Land
TNI-Polri Kerahkan 141.605...
TNI-Polri Kerahkan 141.605 Personel Gabungan untuk Amankan Nataru
Polri: Pengamanan Natal...
Polri: Pengamanan Natal di 41.702 Gereja Seluruh Indonesia Berjalan Lancar
Mendagri Minta TNI-Polri...
Mendagri Minta TNI-Polri Cegah Sweeping Saat Nataru oleh Ormas Tertentu
Berita Terkini
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Imigrasi Tangkap WNA...
Imigrasi Tangkap WNA Australia Buronan Interpol Kasus Penyelundupan Narkoba
Anggota DPD RI Filep...
Anggota DPD RI Filep Desak Pembentukan Satgas Pencegahan Pungli di Kantor Imigrasi
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved