Di Paviliun Indonesia, AL Gore Puji Aksi Indonesia Cegah Perubahan Iklim

Kamis, 12 Desember 2019 - 08:49 WIB
Di Paviliun Indonesia,...
Di Paviliun Indonesia, AL Gore Puji Aksi Indonesia Cegah Perubahan Iklim
A A A
MADRID - Tokoh perubahan iklim global, Al Gore memuji sejumlah aksi yang telah dilakukan Indonesia untuk mencegah perubahan iklim. Sejumlah aksi yang sedang dilaksanakan Indonesia di antaranya adalah mempertahankan hutan alam primer, mencegah kebakaran hutan dan lahan, serta melakukan transisi ke energi bersih.

“Indonesia menjadi contoh sebuah negara yang berusaha berusaha keras mengubah kebijakan dengan mengadopsi solusi-solusi untuk melaju ke arah yang lebih baik,” ujar dia saat menyampaikan pidato di Paviliun Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim COP25 UNFCCC di Madrid, Spanyol, Rabu (11/12/2019).

Sesi yang dibuka oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong itu membuat Paviliun Indonesia penuh sesak oleh kehadiran delegasi dari berbagai negara yang ingin mendengarkan pidato tokoh yang bersama Panel Ahli Antar Pemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC) meraih Nobel Perdamaian tahun 2017 itu. Para delegasi yang hadir bahkan meluber sehingga terpaksa menyaksikan pidato dari peraih nobel perdamaian itu melalui layar digital.

Al Gore mengingatkan, saat ini adalah tengat waktu untuk meningkatkan ambisi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) dan memerangi perubahan iklim. Tahun depan, traktat pengendalian perubahan iklim Persetujuan Paris mulai berlaku efektif.

Menurut Al Gore, perubahan iklim telah membuat muka air laut global meningkat ini mengancam negara-negara kepulauan, termasuk Indonesia. Menurut dia, kenaikan muka air laut itu juga yang menjadi konsekuensi bagi Indonesia. “Indonesia merupakan salah satu negara yang menerima dampak dari krisis iklim,” katanya.

Berita bagusnya, solusi untuk pengendalian perubahan iklim sudah tersedia. Saat ini, kata Al Gore, ongkos produksi listrik dari energi terbarukan yang rendah emisi GRK sudah jauh lebih murah.

Al Gore mengaku senang dengan kebijakan yang diambil oleh Indonesia seperti soal moratorium dan pembukaan kebun sawit baru, termasuk juga restorasi gambut. Dia juga menilai di sektor transportasi sudah banyak kemajuan yang dicapai dengan keberadaan sistem transportasi massal Trans Jakarta.

“Kemajuan yang sudah dicapai memberi kita harapan, kita bisa membangun momentum ini dan membalik beberapa kebijakan yang masih salah,” jelasnya.

Sementara, Wakil Menteri LHK Alue Dohong menyatakan Paviliun Indonesia menggelar 43 sesi diskusi dengan lebih dari 184 pembicara. Mereka bukan sekadar berbicara, tapi memaparkan aksi nyata yang sudah dilakukan untuk pengendalian perubahan iklim.

“Saya menyadari kita perlu melakukan perubahan lebih cepat, besar dan kuat untuk melindungi masa depan kita dari dampak perubahan iklim.

Dalam hal itu, Indonesia meyakini perlu dukungan teknologi dan pengetahuan. Kita juga butuh dukungan politik dari nasional dan global level,” tukasnya.

Alue juga menjelaskan Indonesia sat ini sedang menjalankan kebijakan transisi dari energi konvensional menuju energi terbarukan. Apalagi, potensi energi terbarukan di Indonesia sangatlah besar. Proses transisi ini berjalan gradual dengan mempertimbangkan politik, ekonomi, sosial dan teknologi.

Kepada Al Gore, Wamen LHK Alue Dohong menjelaskan tentang keberhasilan Indonesia dalam pengendalian kebakaran hutan di tengah merebaknya kebakaran hutan dan lahan di berbagai belahan dunia.

Selain Al Gore, tokoh perubahan iklim global yang menjadi pembicara di Paviliun Indonesia Rabu (11/12), adalah Lord Nicholas Stern. Pakar ekonomi perubahan iklim itu menjelaskan, pentingnya pengendalian perubahan iklim untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan.
(kri)
Berita Terkait
Dewan Kehutanan Nasional...
Dewan Kehutanan Nasional Diharapkan Jaga Sinergi dengan Pemerintah
Pesan Menteri LHK untuk...
Pesan Menteri LHK untuk Para Insinyur Teknik Kehutanan
Penghentian Penambangan...
Penghentian Penambangan Dinilai Beri Dampak Perbaikan Lingkungan
Masalah Lingkungan,...
Masalah Lingkungan, Kementerian LHK Rancang Peta Jalan Pengelolaan Limbah
Gerakan Kompos Satu...
Gerakan Kompos Satu Negeri, KLHK: Momentum Selesaikan Masalah Lingkungan
Pentingnya Prodi Environmental...
Pentingnya Prodi Environmental Diplomacy untuk Atasi Hegemoni Ilmu LHK
Berita Terkini
Periksa Sony Sonjaya,...
Periksa Sony Sonjaya, Kejagung Dalami Pengajuan Justice Collaborator
Sony Sonjaya Bungkam...
Sony Sonjaya Bungkam Jelang Diperiksa Kejagung soal Dugaan Korupsi MBG
Kabar Duka, Mantan KSAL...
Kabar Duka, Mantan KSAL Laksamana TNI Purn Achmad Sutjipto Meninggal Dunia
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
SGU-Endress+Hauser Kembangkan...
SGU-Endress+Hauser Kembangkan Talenta melalui Beasiswa, Magang, dan Program Vokasi
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved