Rakornas Banser, Gus Yaqut: Banser Harus Solid Satu Komando

Sabtu, 07 Desember 2019 - 20:42 WIB
Rakornas Banser, Gus...
Rakornas Banser, Gus Yaqut: Banser Harus Solid Satu Komando
A A A
SUKOHARJO - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor sekaligus Panglima Banser, Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan anggota Banser untuk tetap solid satu komando. Khususnya dalam menyikapi upaya yang dilakukan pihak luar untuk mengusik Nahdlatul Ulama (NU) maupun para kiai.

"Seperti contohnya peristiwa di depan Kantor PCNU Solo kemarin. Kami minta sahabat-sahabat kita Banser tidak bergerak sendiri. Tunggu komando, solid satu barisan, satu komando," tandasnya di depan ribuan anggota Banser saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Banser di Gedung PKP, Ngabeyan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (7/12/2019).

Pria yang akrab disapa Gus Yaqut kembali menegaskan, Banser harus solid dan tidak berjalan sendiri-sendiri mengingat keberadaannya sangat besar dengan jumlah anggota mencapai 7 juta se-Indonesia.

"Dengan jumlah sebanyak itu saya kira perlu ditertibkan. Sehingga dalam Rakornas ini akan dilakukan penataan kembali organisasi agar selalu dalam satu komando. Sebab jika tidak, kami khawatir teman-teman ini merespons situasi dengan sporadis dan tidak terarah. Karena itu, jangan sampai terprovokasi atau memprovokasi," ujarnya.
Rakornas Banser, Gus Yaqut: Banser Harus Solid Satu Komando

Selain itu, Gus Yaqut juga menginstruksikan agar anggota Banser selalu siap menjaga dan membela para kiai NU. Apalagi akhir-akhir ini ada upaya untuk mendelegitimasi para kiai NU supaya umat, khususnya warga NU tidak memiliki kohesi lagi dengan NU.

"Dan Gus Muwafiq adalah salah satu yang coba didelegitimasi oleh kelompok-kelompok yang merasa NU sebagai ancaman. Karena saat warga NU tidak lagi memiliki kohesi dengan para kiai NU, maka akan mudah untuk memecah NU. Saya meyakini memang ada skenario memecah NU. Karena itu, saya perintahkan Banser jaga kiai NU. Jangan sampai mengalah terhadap kelompok-kelompok yang ingin merusak ukhuwah Islamiyah," ungkapnya.

Dia juga menegaskan, jika Banser tidak boleh mengalah terhadap oknum-oknum yang ingin mengganti Pancasila dengan paham lainnya, seperti khilafah. "Jika ada yang berani mengganti Pancasila dengan paham khilafah maka harus berhadapan dengan Banser," ujarnya.
(cip)
Berita Terkait
Ansor Dukung Kiai Sepuh...
Ansor Dukung Kiai Sepuh agar Muktamar NU Digelar 2021
Kehadiran BUMA Diharapkan...
Kehadiran BUMA Diharapkan Memperkuat Posisi GP Ansor
Jadi Ketua Umum GP Ansor,...
Jadi Ketua Umum GP Ansor, Addin Jauharuddin Fokus Bangkitkan Sektor Ekonomi
Kader Muda Nahdlatul...
Kader Muda Nahdlatul Ulama Demak Digembleng LKD dan Diklatsar
Aklamasi, Syahputra...
Aklamasi, Syahputra Pimpin GP Ansor Karang Pilang
GP Ansor Bakal Kongres...
GP Ansor Bakal Kongres XVI di Atas Kapal Pelni KM Kelud
Berita Terkini
KPK Segel Rumah Wamen...
KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim
Dadan Hindayana Cs Tersangka...
Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi, Politikus PDIP Sebut Bolak-balik Singgung Kelemahan Tata Kelola MBG
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Jabatan Wamen Imipas Segera Dicopot?
Silmy Karim dan Dadan...
Silmy Karim dan Dadan Hindayana Terjerat Korupsi, Istana Hormati Proses Hukum
Infografis
3 Pangdam Jebolan Akmil...
3 Pangdam Jebolan Akmil 1992 Teman Satu Angkatan KSAD Jenderal TNI Maruli
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved