Kemendagri: Desa di Konawe Tidak Fiktif Tapi Cacat Hukum

Senin, 18 November 2019 - 16:28 WIB
Kemendagri: Desa di...
Kemendagri: Desa di Konawe Tidak Fiktif Tapi Cacat Hukum
A A A
JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akhirnya merilis hasil temuan investigasi terhadap 56 desa yang diduga fiktif di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Kemendagri telah menerjunkan tim untuk memeriksa desa-desa tersebut.

“Tidak fiktif, kita garis bawahi tidak fiktif, desa tersebut ada. Oleh karenanya kami lihat di lapangan, desa tersebut ada dan tidak fiktif. Hasil temuan yang kami dapat, ternyata desa tersebut ada tetapi tidak berjalan tata kelola pemerintahannya secara optimal,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pemerintahan Desa Nata Irawan di Kantor Kemendagri, Senin (18/11/2019).

Dia mengatakan dari hasil verifikasi lapangan baik secara historis dan sosiologis dipastikan 56 desa tersebut ada. Namun ada temuan bahwa peraturan daerah terkait pembentukan desa cacat hukum. Misalnya saja dalam penetapan Perda No 7/2011 tentang Pembentukan dan Pendefinitifan Desa-Desa dalam Wilayah Kabupatan Konawe tidak melalui mekanisme dan tahapan di DPRD.

Selain itu, register perda tersebut di Sekretariat DPRD Kabupaten Konawe yakni Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2010.

“Kami sepakat betul Perda yang dilakukan Bupati Konawe cacat hukum, karena tidak melalui mekanisme dari DPRD. Oleh karenanya harus kita perbaiki, benahi administrasinya,” ujarnya.

Pihaknya telah meminta kepada pihak berwajib yakni Polda Sultra untuk mendalami ke-56 desa tersebut. Fakta yang didapatkan dari klarifikasi dan pendalaman keterangan dari pihak yang berwajib terdapat 34 Desa memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai desa. Selanjutnya 18 desa masih perlu pembenahan dalam aspek administrasi dan kelembagaan serta kelayakan sarana dan prasaran desa.

“Sedangkan empat desa yaitu, Desa Arombu Utama Kecamatan Latoma, Desa Lerehoma Kecamatan Anggaberi, Desa Wiau Kecamatan Routa, dan Desa Napooha Kecamatan Latoma ditemukan dalam proses pendalaman hukum lebih lanjut,” katanya.

Dia menyebut, empat desa tersebut terdapat inkonsistensi data jumlah penduduk dan luas wilayah desa. ”Hasil kelanjutan pendalaman dari empat desa tersebut, Desa Wiau Kecamtan Routa dan Desa Napooha Kecamatan Latoma masih perlu dilakukan pendalaman secara intensif,” katanya.

Nata menambahkan dana desa yang digelontorkan ke 56 desa tersebut sebesar Rp113 miliar. Khusus empat desa tersebut dana yang digelontorkan sebesar Rp9 miliar dan baru terpakai 47%.

“Nah yang 53% itu masih ada. Nah kenapa masih ada? sekarang tingggal kita lihat bagaimana penggunaan dana desa yang ada di 4 desa tersebut. Kalau memang penggunaan dana desa tersebut tidak sampai kepada masyarakat, inilah yang harusnya aparat pengawas internal pemerintah melakukan perbaikan dan mengambil langkah-langkah administrasi terlebih dahulu,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, terhadap 56 desa tersebut tetap sah secara historis dan sosiologis sebagai desa. Pasalnya berdasarkan UU No.6/2014 tentang Desa pasal 116 ayat 1 menyatakan desa yang sudah ada sebelum lahirnya UU Desa tetap diakui sebagai Desa.
(cip)
Berita Terkait
Kemendagri Beber Strategi...
Kemendagri Beber Strategi Cegah Penyelewengan Dana Desa
Kemendagri: Jaga Desa...
Kemendagri: Jaga Desa Award Jadi Penguat Tata Kelola Desa Berintegritas
Kemendagri Dorong Desa...
Kemendagri Dorong Desa Gunakan Aplikasi Suskeudes
Kemendagri Minta Masukan...
Kemendagri Minta Masukan untuk Menguatkan Pemerintahan Desa
Kemendagri Latih 80.000...
Kemendagri Latih 80.000 Aparatur Desa Secara Online
Matangkan Tata Kelola...
Matangkan Tata Kelola Pemda, BSKDN Target Tahun Ini Hasilkan Peta Pembinaan
Berita Terkini
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved