Implementasi Omnibus Law Harus Dijalankan Secara Konsisten dan Otentik

Kamis, 14 November 2019 - 11:38 WIB
Implementasi Omnibus...
Implementasi Omnibus Law Harus Dijalankan Secara Konsisten dan Otentik
A A A
JAKARTA - Pemerintahan Jokowi dinilai tampak serius dan berambisi melakukan deregulasi atau merancang kembali berbagai produk Undang-undang menjadi omnibus law pada akhir 2019.

Dalam kesempatan berbeda, Mensesneg Praktino dan Menko Polhukam, Mahfud MD menegaskan 'Omnibus law' masih belum selesai. Namun, pemerintah menyatakan serius menggarap ide yang sempat dilontarkan Presiden Jokowi pada saat Kampanye Pilpres 2019 lalu.

Pengamat Hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menilai, semangat deregulasi perlu dilakukan secara konsisten dan disiapkan dengan integratif.

Menurutnya, implementasi gagasan tersebut harus otentik dan substantif. "Serta punya pengaruh yang nyata terhadap kepastian, keadilan dan kesejahteraan," tutur Suparji saat dihubungi SINDOnews, Kamis (14/11/2019).

Di samping itu, kata Suparji, semangat omnibus law juga harus didukung dengan debirokratisasi yang nyata dan efisien. Dalam hal ini, program deregulasi dan debirokratisasi perlu dievaluasi secara konsistensi, sehingga tampak hasilnya bagi masyarakat.

Suparji melihat, ada kecenderungan deregulasi dan debirokratisasi belum secara otentik dijalankan karena birokrasi pemerintah yang belum ramping. Misalnya rencana pemangkasan pejabat eselon yang masih terkendala sampai saat ini.

Di sisi lain, pemerintah tengah mempertimbangkan rencana pembentukan Badan Regulasi Nasional. "Sementara penyederhanaan hukum nantinya tidak terlepas dari badan tersebut," pungkasnya.
(pur)
Berita Terkait
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Selain Wapres, Jokowi...
Selain Wapres, Jokowi Disarankan Aktifkan Ma'ruf Amin Jadi Penasihat
Survei: 67,8% Publik...
Survei: 67,8% Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf
Jejak Reshuffle Kabinet...
Jejak Reshuffle Kabinet Era Jokowi-Ma'ruf Amin
Staf Khusus Presiden...
Staf Khusus Presiden Surati Camat, Natalius Pigai: Ada Vandalisme Moral
Jokowi Harus Respons...
Jokowi Harus Respons Soal Perombakan Kabinet di Tengah Pandemi Corona
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved