Komisi III DPR Sepakat Tak Bahas Ulang RUU KUHP dan Pemasyarakatan

Senin, 04 November 2019 - 18:39 WIB
Komisi III DPR Sepakat...
Komisi III DPR Sepakat Tak Bahas Ulang RUU KUHP dan Pemasyarakatan
A A A
JAKARTA - Sembilan fraksi di Komisi III DPR sepakat untuk tidak membahas ulang dua Rancangan Undang-Undang (RUU) kontroversial yang dilanjutkan atau carry over pembahasannya dari periode DPR sebelumnya.

Keduanya yakni, RUU KUHP dan revisi kedua UU Nomor 12/1995 tentang Pemasyarakatan (UU Pas). Namun, Komisi III DPR terbuka untuk mengubah beberapa redaksi dan penjelasan kedua RUU tersebut agar tidak multitafsir dan berpotensi menjadi pasal “karet”.

“Komisi III itu maunya, silakan kalau mau ada kontribusi penjelasan supaya lebih memastikan bahwa pasal ini tidak jadi pasal karet misalnya. Atau pokoknya tidak keluar dari maksud tujuan dan suasana kebatinan ketika pasal ini dibahas,” kata anggota Komisi III DPR Arsul Sani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Kemudian, Arsul melanjutkan, Komisi III DPR juga terbuka untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan kelompok masyarakat sipil. Namun, masukan-masukan masyarakat itu nantinya hanya bisa masuk ke dalam perubahan penjelasan RUU.

“Kalau kalian katakan kok ada pasal yang penjelasannya cuma kayak begini, perlu ditambah agar tidak terjadi ini itu, ya itu boleh. Semangat di Komisi III begitu,” ujar Ketua Fraksi PPP DPR itu.

Wakil Ketua MPR ini mengakui berdasarkan prosedur, pembahasan memang masih bisa dilakukan selama disepakati oleh DPR dan pemerintah.

Namun, dia menegaskan tidak perlu ada pembahasan substansi di kedua RUU tersebut karena sudah disetujui di pengambilan keputusan tingkat I antara DPR dan pemerintah, dan DPR sama sekali tidak memiliki kemauan untuk mengulang pembahasan.

“Kita sepakat di Komisi III bahwa prinsip kita itu adalah carry over dalam arti tidak membahas ulang hal-hal yang menyangkut politik, hukum dan substansi pengaturan. Tapi karena ini ada aspirasi yang berkembang di masyarakat maka DPR tentu jika terkait redaksi pasal atau penjelasan ya boleh lah,” tegas Arsul.
(cip)
Berita Terkait
Amanah UU, Badan Peradilan...
Amanah UU, Badan Peradilan Khusus Pilkada Harus Segera Dibentuk
Pakar Hukum Minta DPR...
Pakar Hukum Minta DPR Pahami UU Terkait Calon Anggota BPK
Pakar Hukum Nilai Analisis...
Pakar Hukum Nilai Analisis dari Rencana Revisi UU MK Sangat Dangkal
UU Minerba Bentuk Perlindungan...
UU Minerba Bentuk Perlindungan Negara untuk Korporasi Tambang
Isolasi Desa Dianggap...
Isolasi Desa Dianggap Lebih Efektif, Nabil Haroen: Kebijakan Harus Tepat
Yasonna Bikin Kesal,...
Yasonna Bikin Kesal, Komisi II DPR Siapkan Teguran lewat Presiden
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved