Manuver Nasdem Sudah Dilakukan Sebelum Jokowi Umumkan Kabinet

Jum'at, 01 November 2019 - 09:35 WIB
Manuver Nasdem Sudah...
Manuver Nasdem Sudah Dilakukan Sebelum Jokowi Umumkan Kabinet
A A A
JAKARTA - Langkah Ketua Umum DPP Partai Nasdem , Surya Paloh menemui petinggi PKS pada Rabu 30 Oktober 2019, memunculkan beragam spekulasi di masyarakat, antara lain soal dugaan retaknya harmonisasi koalisi pemerintahan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin.

Langkah Paloh yang diterima Presiden PKS M. Sohibul Iman di Kantor PKS dianggap maneuver Nasdem karena kecewa dengan susunan kabinet Jilid II yang dibentuk Presiden Jokowi. (Baca juga: Manuver Nasdem Bisa Menyulitkan Presiden Jokowi)

"Manuver Nasdem sudah kelihatan jauh sebelum kabinet diumumkan," kata Pengamat Politik asal UIN Jakarta, A. Bakir Ihsan saat dihubungi SINDOnews, Jumat (1/11/2019).

Bakir mengatakan, ada beberapa indikasi yang bisa dinilai sebagai manuver Nasdem. Indikasi tersebut dapat terlihat pada saat Surya Paloh mengumpulkan sejumlah ketua umum partai koalisi di kantornya tanpa mengikutsertakan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. (Baca juga: Bertemu, Petinggi Nasdem dan PKS Buat Tiga Kesepakatan)

Di saat bersamaan, Megawati juga tengah 'mesra' dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang mengundang mantan Danjen Kopassus itu singgah ke rumah Mega untuk membahas kemungkinan kerja sama politik yang hari ini telah terbukti. "Saat itu sebenarnya sudah pecah kongsi," ujar dosen pengajar di Fakultas FISIP UIN Jakarta itu.

Hari ini, lanjut Bakir, manuver itu disimbolikan dengan beberapa kali pernyataan Paloh yang secara lugas menyampaikan siap menjadi partai oposisi, termasuk ditutup dengan pertemuan PKS sebagai partai yang memilih menjadi oposisi atau tetap di luar pemerintahan. "Setiap manuver tentu ada insentif yang diharapkan termasuk penguatan di pos kabinet atau (lembaga) lainnya," tandasnya.
(cip)
Berita Terkait
Soal Isu Reshuffle Kabinet,...
Soal Isu Reshuffle Kabinet, PKS: Kita Kan Tahu Diri
Wacana Reshuffle Mencuat,...
Wacana Reshuffle Mencuat, PKS: Saatnya Jokowi Reset Ulang Pemerintahan
Reshuffle Kabinet, Partai...
Reshuffle Kabinet, Partai Demokrat: Kami Tidak Akan Mencampurinya
Ketua Fraksi PKS: Kemarahan...
Ketua Fraksi PKS: Kemarahan Jokowi Wajar, Itu Suara Kami sejak Awal
Ketua Fraksi PKS Sebut...
Ketua Fraksi PKS Sebut Kalau Ada Menteri Kinerja Lambat Reshuffle Saja
PKS Berharap Reshuffle...
PKS Berharap Reshuffle Bukan Sekadar Utak-atik Pembagian Kekuasaan
Berita Terkini
Perkuat Konektivitas...
Perkuat Konektivitas RI-India, Prabowo Dukung Pembangunan Pelabuhan di Andaman dan Nikobar
Menangkan Praperadilan...
Menangkan Praperadilan soal Penangkapan, Roy Suryo Kian Pede Jalani Sidang Praperadilan Kedua
Menhut Raja Antoni:...
Menhut Raja Antoni: Hutan Jadi New Engine of Green Growth, Pembangunan-Kelestarian Harus Berjalan Seiring
Hakim Kabulkan Sebagian...
Hakim Kabulkan Sebagian Gugatan Praperadilannya, Roy Suryo: Babak Baru Hukum Indonesia
Dari Sosialisme Islam...
Dari Sosialisme Islam menuju Negara Kesejahteraan: Agenda Kerakyatan SEMMI untuk Indonesia
Rencana Kejagung Jerat...
Rencana Kejagung Jerat Nadiem Makarim dengan TPPU Diapresiasi Pakar Hukum
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved