Sudjiwo Tedjo 'Sentil' Fahri Hamzah di Twitter: Pejabat Cuma Jongos
Kamis, 31 Oktober 2019 - 10:08 WIB
Sudjiwo Tedjo 'Sentil' Fahri Hamzah di Twitter: Pejabat Cuma Jongos
A
A
A
JAKARTA - Budayawan Sudjiwo Tedjo mengkritik kicauan mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di media sosial Twitter, Kamis (31/10/2019)
Sudjiwo mengkritik kicauan Fahri yang menyatakan saat ini dirinya bukan siapa-siapa atau rakyat biasa.
"Saya siap diundang oleh siapa pun...asal saya bebas buka data..karena saya kan bukan siapa-siapa sekarang..rakyat biasa..yang Saya buka Juga data lama...sudah Saya sampaikan dulu...orang enggak percaya karena citra pejabat enggak bagus..." cuit Fahri melalui akun Twitternya, @fahrihamzah, Selasa 29 Oktober 2019.
Sudjiwo menilai cuitan Fahri salah total sehingga dirinya perlu menanggapi. "Rakyat biasa bukan siapa-siapa? Justru pejabatlah yang bukan siapa-siapa. Pejabat cuma jongos/cecunguk/suruhan/pegawai rakyat. Tapi Rakyat adalah KOMISARIS UTAMA negeri ini," tulis seniman yang sering mengenakan topi koboi ini melalui akun Twitternya, @sudjiwotedjo, Kamis 31 Oktober 2019.
Dia menilai cuitan Fahri keliru. "Kali ini twitt Bang Fahri salah total tingat dewa sehingg perlu kutanggapi. Biasanya cuma salah-salah kecil yang aku malas komen," cuitnya lagi. (Baca juga: 'Pensiun' dari Legislator, Fahri Hamzah Jualan Kopi )
Sebelumnya, Cuitan Fahri menanggapi kicauan mantan wartawan, Ananda Badudu yang mengkritik wawancara Deddy Corbuzier dengan Fahri Hamzah di vlog Deddy.
"Dalam dunia jurnalistik, wawancara (vlog) @DeddyCorbuzier dgn @Fahrihamzah adl contoh wwcra gagal karena pewawancara tak berdaya disetir narasumber. Itu bisa terjadi karena: 1. pewawancara minim pengetahuan dan tak banyak riset. 2. keberpihakan pewawancara tak jelas," tulis Ananda.
Sudjiwo mengkritik kicauan Fahri yang menyatakan saat ini dirinya bukan siapa-siapa atau rakyat biasa.
"Saya siap diundang oleh siapa pun...asal saya bebas buka data..karena saya kan bukan siapa-siapa sekarang..rakyat biasa..yang Saya buka Juga data lama...sudah Saya sampaikan dulu...orang enggak percaya karena citra pejabat enggak bagus..." cuit Fahri melalui akun Twitternya, @fahrihamzah, Selasa 29 Oktober 2019.
Sudjiwo menilai cuitan Fahri salah total sehingga dirinya perlu menanggapi. "Rakyat biasa bukan siapa-siapa? Justru pejabatlah yang bukan siapa-siapa. Pejabat cuma jongos/cecunguk/suruhan/pegawai rakyat. Tapi Rakyat adalah KOMISARIS UTAMA negeri ini," tulis seniman yang sering mengenakan topi koboi ini melalui akun Twitternya, @sudjiwotedjo, Kamis 31 Oktober 2019.
Dia menilai cuitan Fahri keliru. "Kali ini twitt Bang Fahri salah total tingat dewa sehingg perlu kutanggapi. Biasanya cuma salah-salah kecil yang aku malas komen," cuitnya lagi. (Baca juga: 'Pensiun' dari Legislator, Fahri Hamzah Jualan Kopi )
Sebelumnya, Cuitan Fahri menanggapi kicauan mantan wartawan, Ananda Badudu yang mengkritik wawancara Deddy Corbuzier dengan Fahri Hamzah di vlog Deddy.
"Dalam dunia jurnalistik, wawancara (vlog) @DeddyCorbuzier dgn @Fahrihamzah adl contoh wwcra gagal karena pewawancara tak berdaya disetir narasumber. Itu bisa terjadi karena: 1. pewawancara minim pengetahuan dan tak banyak riset. 2. keberpihakan pewawancara tak jelas," tulis Ananda.
(dam)