Antisipasi Radikalisme, Wajib Lapor Perlu Dihidupkan Lagi

Senin, 28 Oktober 2019 - 18:35 WIB
Antisipasi Radikalisme,...
Antisipasi Radikalisme, Wajib Lapor Perlu Dihidupkan Lagi
A A A
JAKARTA - Aturan warga baru wajib lapor ke RT dalam waktu 1x24 jam harus dihidupkan kembali. Aturan tersebut bisa menjadi salah satu cara meminimalisir ancaman keamanan di lingkungan masyarakat.

“Mendagri kita kan Pak Tito (Tito Karnavian). Semoga kewajiban lapor RT bisa berjalan lagi supaya situasi kemanan dan ketertiban masyarakat terkendali," kata Direktur Pembinaan Ketertiban Masyarakat Baharkam Polri Brigjen Pol Edi Setio dalam acara focus group discussion (FGD) Divisi Humas Polri, di Jakarta, Senin (28/10/2019).

Menurut Edi, radikalisme masih menjadi salah satu ancaman yang tak terhindarkan di lingkungan masyarakat. Meski tak serta merta orang yang terpapar radikalisme menjadi seorang teroris.

"Ancaman itu (radikalisme) ada. Apabila jika di lingkungan kita sudah ada orang yang menuju intoleransi. Ditambah faktor ekonomi, ketidakpuasan dengan politik, maka bisa saja dia jadi radikal. Tapi tidak semua orang radikal jadi teroris," ujarnya. (Baca juga: Radikalisme Masih Menjadi Ancaman Nyata di Indonesia )

Edi melanjutkan, berkembangnya paham radikalisme di lingkungan masyarakat masih menjadi salah satu pekerjaan berat pihaknya. Dalam hal ini, polisi binmas memiliki peran preemptif. “Terorisme, radikalisme memang itu menjadi kerja keras kami. Kalau di Binmas, sistem kerjanya ada namanya preemtif, preventif, dan represif yang sekarang dipakai istilahnya penegakan hukum," tuturnya. (Baca juga: Mahfud MD Akui Dapat Perintah Presiden Untuk Tangani Radikalisme )

Untuk memaksimalkan fungsi pembinaan di masyarakat, Binmas didorong untuk melakukan metode jemput bola. "Jadi kita punya aplikasi yang mengontrol kerja teman-teman di lingkungan masyarakat. Kalau mereka tidak melakukan fungsinya risikonya tidak bisa naik pangkat, tidak sekolah dan lain-lain," tambahnya.
(poe)
Berita Terkait
Kepolisian Perketat...
Kepolisian Perketat Keamanan Pasca Penembakan di Mabes Polri
Cegah Aksi Terorisme,...
Cegah Aksi Terorisme, Ini yang Dilakukan Polri
Aksi Terorisme Mabes...
Aksi Terorisme Mabes Polri, Presiden : Tingkatkan Kewaspadaan
Menko Hadi Minta Polri...
Menko Hadi Minta Polri Antisipasi Gangguan Keamanan Jelang Pilkada Serentak
Polri Sebut Gangguan...
Polri Sebut Gangguan Keamanan Turun 23,26% saat Hari Raya Iduladha
Presiden Jokowi Ajak...
Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Bersatu Lawan Terorisme
Berita Terkini
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved