Komposisi Kabinet Baru Dinilai Ideal Meski Kompetensi Masih Dipertanyakan

Kamis, 24 Oktober 2019 - 06:01 WIB
Komposisi Kabinet Baru...
Komposisi Kabinet Baru Dinilai Ideal Meski Kompetensi Masih Dipertanyakan
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan dan melantik nama-nama yang ditunjuk sebagai menteri dalam Kabinet Indonesia Maju. Dalam susunan kabinet yang terdiri dari 34 menteri, komposisinya 18 orang atau 53% dari kalangan profesional nonparpol dan 16 menteri atau 47% dari kalangan partai politik.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menilai, dari sisi komposisi kabinet baru ini cukup ideal karena jumlah menteri yang berasal dari profesional lebih banyak. Namun, dari sisi kompetensi masih dipertanyakan.

"Secara keahlian itu masih belum ideal. Misalnya Fachrul Razi di Menag, itu kan berlatar belakang TNI, tapi di Menag. Tentu ini tidak ideal. Secara keahlian masih banyak yang perlu dikritisi. Masa orang yang dari tentara, yang tidak ahli di bidang agama, jadi Menag. Ini kan menjadi catatan bagi masyarakat," tutur Ujang, Rabu (23/10/2019).

Contoh lainnya adalah Nadiem Makarim yang didapuk sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). "Ya okelah, tapi dia kan tidak memiliki pengalaman dalam manajemen pendidikan, tapi kalau terkait dengan inovasinya dia membuat Gojek, oke. Ini juga menjadi penting apakah Nadiem nanti bisa menjadikan pendidikan Indonesia maju atau tidak. Kan tidak mudah untuk mengurus dunia pendidikan yang hari ini masih karut marut," tuturnya.Kendati begitu, dengan banyaknya kaum profesional dalam kabinet baru ini masyarakat harus memiliki optimisme Indonesia ke depan akan jauh lebih baik. "Oleh karena itu, kita harus memberikan kesempatan mereka untuk bekerja. Artinya hari ini kita tidak bisa menilai, hanya bisa menilai dari latar belakangnya, tapi kita belum bisa menilai kinerjanya karena bagaimanapun kan mereka dinilai dari standar kinerjanya," katanya. (Baca: Ketua DPR Berharap Para Menteri Kabinet Baru Segera Bekerja).

Karena itu, menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini, perlu dalam 100 hari pertamanya ini jajaran menteri baru ini menunjukkan inovasi dan terobosannya dalam mengelola kementerian yang dipimpinnya.

"Apakah ada inovasi-inovasi, terobosan-terobosan yang memang luar biasa dilakukannya. Dan selama nanti ada ya kita anggap memenuhi kriteria, tapi seandainya biasa-biasa saja, rata-rata saja, tidak membawa inovasi, saya rasa itu juga harus dipertanyakan," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Selain Wapres, Jokowi...
Selain Wapres, Jokowi Disarankan Aktifkan Ma'ruf Amin Jadi Penasihat
Ini Deretan Menteri...
Ini Deretan Menteri Terbaik di Kabinet Jokowi-KH Ma'ruf Amin Versi LPI
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Survei: 67,8% Publik...
Survei: 67,8% Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf
Jokowi Harus Respons...
Jokowi Harus Respons Soal Perombakan Kabinet di Tengah Pandemi Corona
Wapres Ma’ruf Amin...
Wapres Ma’ruf Amin Pimpin Pemerintahan Sementara, Jubir Sebut Tidak Ada Persiapan Khusus
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved