Kabinet Jokowi-Ma'ruf Dinilai Cerminan Kompromi Politik
Rabu, 23 Oktober 2019 - 13:32 WIB
Kabinet Jokowi-Ma'ruf Dinilai Cerminan Kompromi Politik
A
A
A
JAKARTA - Kabinet Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin yang telah dilantik di Istana Kepresidenan Jakarta dinilai cerminan kompromi politik dan kepentingan.
" Kabinet yang dibentuk hari ini merupakan cerminan kompromi politik dan kepentingan. Namun kita masih bisa berharap pada kaum profesional yang diangkat jadi menteri. Mudah-mudahan mereka berpihak pada rakyat," ungkap Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin masih kepada SINDOnews, Rabu (23/10/2019).
Dia berpendapat, bangsa ini harus bangun dari tidur dan bergerak dari kebodohan dan kejumudan menuju pencerahan. "Harus hijrah dari kejahiliahan ke keadaban. Jadi memang bangsa ini harus menatap masa depan dengan penuh optimisme," ujarnya.
Ujang menilai, siapapun orang yang mengisi kabinet merupakan orang-orang terbaik pilihan Jokowi dan partai. "Tapi belum tentu terbaik buat rakyat," katanya.
Menurut dia, rakyat tetap saja harus berjuang sendiri siapapun yang jadi menteri. "Rakyat kerja, cari makan, bayar rumah sakit yang mahal sendiri. Bayar SPP anaknya sekolah sendiri. Mereka sudah terbiasa sendiri tak pernah berharap pada menteri-menteri yang dipilih Jokowi," ucapnya.
" Kabinet yang dibentuk hari ini merupakan cerminan kompromi politik dan kepentingan. Namun kita masih bisa berharap pada kaum profesional yang diangkat jadi menteri. Mudah-mudahan mereka berpihak pada rakyat," ungkap Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin masih kepada SINDOnews, Rabu (23/10/2019).
Dia berpendapat, bangsa ini harus bangun dari tidur dan bergerak dari kebodohan dan kejumudan menuju pencerahan. "Harus hijrah dari kejahiliahan ke keadaban. Jadi memang bangsa ini harus menatap masa depan dengan penuh optimisme," ujarnya.
Ujang menilai, siapapun orang yang mengisi kabinet merupakan orang-orang terbaik pilihan Jokowi dan partai. "Tapi belum tentu terbaik buat rakyat," katanya.
Menurut dia, rakyat tetap saja harus berjuang sendiri siapapun yang jadi menteri. "Rakyat kerja, cari makan, bayar rumah sakit yang mahal sendiri. Bayar SPP anaknya sekolah sendiri. Mereka sudah terbiasa sendiri tak pernah berharap pada menteri-menteri yang dipilih Jokowi," ucapnya.
(whb)