Jokowi Disarankan Pilih Menteri yang Mampu Atasi Konflik Sosial

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 23:10 WIB
Jokowi Disarankan Pilih...
Jokowi Disarankan Pilih Menteri yang Mampu Atasi Konflik Sosial
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo belum lama ini menyatakan sudah merampungkan penyusunan kabinet pemerintahannya nanti.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi melalui media sosialnya, Kamis 17 Oktober lalu. Dia juga meminta agar masyarakat bersabar menunggu pengumuman kabinet. (Baca juga: Teka-teki Kabinet dan Komentar Kocak Netizen )

Menyikapi hal itu, Jokowi diingatkan untuk memilih anggota kabinet yang memiliki kemampuan dalam mengatasi konflik sosial dan menangani potensi disintegrasi yang muncul belakangan ini.

"Wajib memilih menteri berkualitas karena kalau kita bicara masalah konflik sosial memang harus diselesaikan, kasus seperti Aceh, Papua, harus jadi perhatian betul Presiden," kata pengamat politik dari Indobarometer Muhammad Qodhari ketika dihubungi wartawan, Sabtu (19/10/2019).

Dia mengatakan, Presiden juga harus memilih menteri yang memahami masalah aktual. Contohnya potensi konflik di wilayah-wilayah rawan gejolak sosial.

Tidak kalah penting, lanjut dia, masalah-masalah seperti yang terjadi saat ini, mengenai intoleransi, radikalisme, dan konflik sosial akar rumput. Karena Ini umumnya sering muncul. Seperti masalah Papua bukan hanya masalah di keamanan saja, tetapi lebih kepada intoleransi dan radiklisme.

"Ini masalah besar yang harus benar benar diperhatikan," kata dia.

Menurut dia, kabinet Jokowi mendatang bisa belajar dari penyelesaian konflik di Aceh sedikit banyak memberi pengalaman empiris.

Dia menilai kementerian-kementerian tertentu memiliki peren sentral dalam mencegah konflik sosial yang kerap muncul di kalangan masyarakat.

Untuk itu, lanjut dia, masalah yang menjadi "pekerja rumah" ini bisa diselesaikan kabinet baru melalui pendekatan pendekatan yang baru. "Jangan pakai rumusan yang pertama di periode kedua ini," ujar dia.

Menurut dia, di timur Indonesia masih punya masalah di Papua, di barat punya pengalaman konflik sosial berkepanjangan di Aceh. Pengalaman di Aceh harus harus menjadi perhatian serius Jokowi-Ma'ruf.

"Menterinya harus kuat agar kedua isu itu bisa dikelola dengan aman. Jangan sampai terjadi lagi konflik intolerasi dan radikalisme di kemudian hari," tandasnya.

Jokowi dikatakannya juga perlu memiliki menteri yang memiliki kemampuan lobi di level internasional. Salah satunya, seperti konflik yang mencuat di kalangan internasional.

"Persoalan Papua, Aceh, yang terjadi bukan hanya masalah ekonomi. Pembantu Presiden Jokowi harus bisa menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi, pendekatannya bukan lagi seperti pendekatan yang pertama," kata dia.
(dam)
Berita Terkait
Selain Wapres, Jokowi...
Selain Wapres, Jokowi Disarankan Aktifkan Ma'ruf Amin Jadi Penasihat
Ini Deretan Menteri...
Ini Deretan Menteri Terbaik di Kabinet Jokowi-KH Ma'ruf Amin Versi LPI
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Survei: 67,8% Publik...
Survei: 67,8% Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf
Jokowi Harus Respons...
Jokowi Harus Respons Soal Perombakan Kabinet di Tengah Pandemi Corona
Wapres Ma’ruf Amin...
Wapres Ma’ruf Amin Pimpin Pemerintahan Sementara, Jubir Sebut Tidak Ada Persiapan Khusus
Berita Terkini
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Biogas, Energi Terbarukan...
Biogas, Energi Terbarukan sebagai Upaya Mencapai Target Net Zero Emission
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved