Suap Proyek Angkasa Pura, KPK Tahan Dirut PT Inti

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 15:23 WIB
Suap Proyek Angkasa...
Suap Proyek Angkasa Pura, KPK Tahan Dirut PT Inti
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melakukan penahanan terhadap tersangka pemberi suap Direktur Utama (Dirut) PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI, Persero) Darman Mappangara bertepatan dengan 'Jumat Keramat'.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, pada Jumat (18/10/2019) ini penyidik memeriksa Darman Mappangara sebagai tersangka pemberi suap pengurusan pekerjaan pengadaan Baggage Handling System (BHS) pada PT Angkasa Pura Propertindo (APP), anak perusahaan PT Angkasa Pura II (Persero) Tbk tahun anggaran 2019.

Setelah pemeriksaan intensif dilakukan, penyidik kemudian memutuskan melakukan penahanan terhadap tersangka Darman.

"Penahanan terhadap terhadap tersangka DMP (Darman Mappangara) dilakukan selama 20 hari ke depan terhitung sejak 18 Oktober hingga 6 November 2019 di Rutan Polres Jakarta Pusat," tegas Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (18/10/2019) malam.

Mantan pegawai fungsional pada Direktorat Gratifikasi KPK ini menjelaskan, penahanan terhadap Darman dilakukan tentu untuk kebutuhan penyidikan. Selain itu tutur Febri, penahanan tersebut dilakukan karena telah terpenuhi unsur objektif dan subjektif penyidik.

Febri menjelaskan, saat proses penyidikan berlangsung sudah ada sejumlah saksi yang diperiksa. Para saksi didalami dan dikonfirmasi terkait dengan bagaimana proses pengadaan BHS di PT APP yang dimenangkan PT INTI (Persero) dan sejumlah proyek lain.

Sebelumnya tutur Febri, Darman disangkakan telah memberikan suap sejumlah Rp1 miliar dalam bentuk SGD96.700 bersama tersangka staf PT INTI, Taswin Nur ke tersangka penerima suap Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II (Persero) Tbk (nonaktif) Andra Agussalam.

Febri mengungkapkan, dalam proses penyidikan kasus ini maka penyidik telah menemukan bahwa pada 2019 PT INTI (Persero) ternyata mengerjakan tiga proyek di PT Angkasa Pura II (Persero) Tbk. Masing-masing proyek Visual Docking Guidance System (VGDS) Rp106,48 miliar, proyek Bird Strike Rp22,85 miliar, dan proyek pengembangan bandara Rp86,44 miliar.

Bahkan PT INTI (Persero) juga memiliki daftar prospek project tambahan di PT Angkasa Pura II dan PT Angkasa Pura Propertindo. Masing-masing proyek X-Ray 6 bandara Rp100 miliar, Baggage Handling System (BHS) di enam bandara Rp125 miliar, proyek VDGS Rp75 miliar, dan proyek radar burung Rp60 miliar.

"Diduga PT INTI (Persero) mendapatkan sejumlah proyek berkat bantuan tersangka AYA (Andra). Tersangka AYA diduga menjaga dan mengawal proyek-proyek tersebut supaya dimenangkan dan dikerjakan oleh PT INTI (Persero). KPK sebelumnya telah mengidentifikasi komunikasi antara DMP dan AYA terkait dengan pengawalan proyek- tersebut," ucap Febri.

Darman Mappangara merampungkan pemeriksaan sekitar pukul 18.58 WIB. Saat menuruni tangga lantai dua ruang pemeriksaan menuju ruang steril KPK, batik yang dikenakan Darman sudah berbalut rompi tahanan KPK oranye bergaris hitam. Darman tidak berkomentar banyak tentang materi pemeriksaan dan penahanannya.

"Dalam usaha saya berjuang untuk menghidupkan PT INTI ini harus saya lewati. Semoga Allah beri kekuatan dan kebenaran akan terungkap di persidangan," ujar Darman sebelum memasuki mobil tahanan.
(maf)
Berita Terkait
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Strategi Pemberantasan...
Strategi Pemberantasan Korupsi
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
Ormas Gerah Ingatkan...
Ormas Gerah Ingatkan KPK Jangan Jadi Alat Kekuasaan Kelompok Tertentu
Di G20 KPK Dorong Pelibatan...
Di G20 KPK Dorong Pelibatan Swasta untuk Pencegahan Korupsi
Bangun Kepercayaan Publik,...
Bangun Kepercayaan Publik, KPK: Pemberantasan Korupsi Butuh Ikhtiar Panjang
Berita Terkini
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved