Akbar Tanjung: Tak Masalah jika Presiden Pilih Menteri dari Gerindra
Rabu, 16 Oktober 2019 - 17:12 WIB
Akbar Tanjung: Tak Masalah jika Presiden Pilih Menteri dari Gerindra
A
A
A
JAKARTA - Wakil Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tanjung tidak masalah jika akhirnya Partai Gerindra menjadi partai politik pendukung pemerintah dan masuk dalam kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Akbar menegaskan komposisi kabinet sepenuhnya berada di tangan Presiden. "Mengenai kabinet, sepenuhnya hak prerogatif Presiden. Kalau presiden merekrut menjadi menteri yang berasal dari Gerindra, itu tidak ada yang salah," kata Akbar usai menghadiri Sarasehan Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bertema Demokrasi, Pemilu dan Keindonesiaan, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2019).
Akbar menilai itu suatu kewajaran karena presiden ingin membangun Indonesia lebih baik. Untuk mewujudkan hal itu, harus ada sumber daya manusia yang memadai dan memiliki kemauan kuat untuk memajukan bangsa.
"Tentu saja harapan kita rekrutmen yang dianggap konkret itu betul-betul sejalan dengan tekad Presiden untuk membangun Indonesia kedepan. Indonesia yang maju, indonesia yang kuat, Indonesia yang bersumber daya manusia nya juga mengalami peningkatan," ucapnya.
Jika keputusan Presiden memilih Gerindra untuk masuk dalam komposisi Kabinet sudah tentu presiden memahami kebutuhan untuk saat ini dalam membangun Indonesia kedepan.
"Itu semuanya tentu kriteria presiden yang paling tahu gitu lah. Tapi tidak ada masalah, kalau nanti misalnya emang Gerindra menjadi kabinet menurut saya enggak ada masalah," pungkasnya.
Akbar menegaskan komposisi kabinet sepenuhnya berada di tangan Presiden. "Mengenai kabinet, sepenuhnya hak prerogatif Presiden. Kalau presiden merekrut menjadi menteri yang berasal dari Gerindra, itu tidak ada yang salah," kata Akbar usai menghadiri Sarasehan Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bertema Demokrasi, Pemilu dan Keindonesiaan, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Rabu (16/10/2019).
Akbar menilai itu suatu kewajaran karena presiden ingin membangun Indonesia lebih baik. Untuk mewujudkan hal itu, harus ada sumber daya manusia yang memadai dan memiliki kemauan kuat untuk memajukan bangsa.
"Tentu saja harapan kita rekrutmen yang dianggap konkret itu betul-betul sejalan dengan tekad Presiden untuk membangun Indonesia kedepan. Indonesia yang maju, indonesia yang kuat, Indonesia yang bersumber daya manusia nya juga mengalami peningkatan," ucapnya.
Jika keputusan Presiden memilih Gerindra untuk masuk dalam komposisi Kabinet sudah tentu presiden memahami kebutuhan untuk saat ini dalam membangun Indonesia kedepan.
"Itu semuanya tentu kriteria presiden yang paling tahu gitu lah. Tapi tidak ada masalah, kalau nanti misalnya emang Gerindra menjadi kabinet menurut saya enggak ada masalah," pungkasnya.
(dam)