Duta Petani Muda Diharapkan Bisa Majukan Daerah Tertinggal

Senin, 14 Oktober 2019 - 20:06 WIB
Duta Petani Muda Diharapkan...
Duta Petani Muda Diharapkan Bisa Majukan Daerah Tertinggal
A A A
JAKARTA - Pertanian adalah masa depan Indonesia dan potensinya sangat melimpah. Saat ini, 82,77% penduduk desa menggantungkan sumber pendapatan dari sektor pertanian. Tapi perlu kreativitas dan inovasi dalam meningkatkan sektor pertanian.

"Indonesia adalah Negara besar dengan potensi pertanian yang melimpah. Saat ini sebanyak 82,77% penduduk desa yang menggantungkan sumber pendapatannya dari sektor pertanian," ujar Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Samsul Widodo, Senin (14/10/2019).

"Berbicara tentang inovasi dan pemanfaatan teknologi, erat kaitannya dengan pemuda sebagai subjek dan objek penerima perubahan. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini (Duta Petani Muda 2018) kita berupaya membangun kesadaran anak-anak muda untuk terjun di bidang pertanian," sambungnya.

Samsul mengungkapkan, Kemendes PDTT terus berpupaya meningkatkan partisipapsi pemuda di sektor pertanian. Salah satunya melalui program Duta Petani Muda yang memppromosikan sektor pertanian bagi kaum muda di Indonesia.

"Kami menilai pertanian adalah masa depan Indonesia. Jika anak muda mau turun mengeluti sektor ini kami yakin dunia pertanian di Indonesia akan kian bergairah," katanya.

Direktur Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) Dwi Rudi Hartoyo mengatakan Ditjen PDT berusaha meningkatkan sektor pertanian di daerah tertinggal, antara lain melalui program Duta Petani Muda.

"Duta Petani Muda adalah anak-anak muda yang mempunyai komitmen dan kemauan mengembangkan pertanian. Jangan sampai ketika menjadi Duta Petani Muda, tetapi tidak mau menjadi petani. Program ini sudah dua tahun, ini sudah masuk tahun ke tiga. Duta Petani Muda adalah relawan dan tidak digaji," kata Rudi.

Tugas relawan dari Duta Petani Muda seperti pendapingan smart farming atau pertanian berbasis digital. Diakui atau tidak, sektor pertanian berbasis digital harus diterapkan, untuk itu membutuhkan generasi milenial untuk menerapkannya, terutama di daerah tertinggal.

Hal penting dalam program Duta Petani Muda ini adalah pelatihan intensif selama enam hari untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan tentang bisnis, penambahan wawasan tentang tren dan sektor pertanian pangan, pengenalan aspek gender, dampak lingkungan dan sosial dari rantai nilai pertanian, serta pengembangan karakter kepemimpinan bagi petani muda.

Pelatihan dirancang dengan pendekatan pendidikan orang dewasa yang memadukan teori di kelas dan praktik. Kurikulum pelatihan dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kualitas kepemimpinan, serta menghubungkan para petani muda dengan jaringan pendukung produksi pangan.

Program Duta Petani Muda mempromosikan sektor pertanian sekaligus menginspirasi anak muda untuk menjadi petani, dan berkontribusi pada perkembangan daerah masing-masing melalui kerja sama dengan kelompok tani, organisasi pemuda dan sektor bisnis.

Untuk saat ini, Ditjen PDT masih membatasi jumlah Duta Petani Muda yang direkrut, yakni dua orang per kabupaten. Kendati sifatnya hanya relawan, tetapi untuk menjadi Duta Petani Muda tidaklah mudah. Ada tahapan dan seleksi yang harus dilalui.

Tujuannya agar target meningkatkan pendapatan petani di daerah tertinggal bisa terealisasi. Animo anak muda ingin menjadi Duta Petani Muda terbilang cukup besar.

"Kami tidak mau setelah program selesai, ya sudah tidak ada kelanjutan lagi. Kami berharap Duta Petani Muda ikut memberikan informasi mengenai pelaksanaan program. Khususnya yang terkait dengan permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam menjalankan program. Biasanya hal itu dilakukan pada berbagai forum. Jadi kami sengaja mengundang mereka untuk menjadi mediator dengan petani," papar Rudi.
(maf)
Berita Terkait
Kementan Optimalkan...
Kementan Optimalkan Fungsi Penyuluh Pertanian
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Miris, Desa Pangkalan...
Miris, Desa Pangkalan Natuna Tidak Punya Kantor sejak Berdiri 9 Tahun Lalu
Beri Dampak Signifikan,...
Beri Dampak Signifikan, Program Tekad Siap Lanjutkan Kontribusi untuk Desa
Kementerian Pertanian...
Kementerian Pertanian Jaga Stabilisasi Harga Ayam Potong
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Berita Terkini
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved