Menko Polhukam Diserang, Protokol Pengamanan Pejabat Negara Perlu Dievaluasi

Sabtu, 12 Oktober 2019 - 13:29 WIB
Menko Polhukam Diserang,...
Menko Polhukam Diserang, Protokol Pengamanan Pejabat Negara Perlu Dievaluasi
A A A
JAKARTA - Penusukan yang dialami Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019) lalu terus menuai keprihatinan dari berbagai pihak. Protokol pengamanan pejabat negara pun menjadi sorotan.

"Kita semua prihatin dan marah dengan kejadian yang menimpa Menko Polhukam Wiranto. Penusukan Pak Wiranto oleh anggota JAD, sempalan ISIS di Indonesia, bukan perkara sederhana," ujar Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens melalui rilis yang diterima SINDOnews, Sabtu (12/10/2019).

Menurutnya, mengenai protokol pengamanan pejabat negara perlu mendapat perhatian serius. Kejadian yang menimpa Wiranto mesti menjadi bahan untuk reevaluasi protokol pengamanan VIP, termasuk presiden dan wakil presiden.

"Di TNI, Polri, dan BIN kan sudah ada aturan hukum yang baku untuk protap macam itu. Mengingat potensi ancaman yang terus dinamis, maka protap juga harus dinamis, terus dikembangkan dan disesuaikan dengan perubahan konteks ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG)," kata dia.

Sebelumnya, Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, mantan Menko Polhukam era Jokowi periode 2014-2015 menyatakan kasus penusukan terhadap Wiranto merupakan sebuah keteledoran dari pihak keamanan. Hal itu disampaikannya setelah menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019).

"Sebetulnya prosedur atau protap pengamanan sudah ada, hanya ini mungkin ada sedikit keteledoran, terlalu dekat ya orang-orang dengan beliau," ujar Tedjo setelah menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019).

Tedjo menuturkan, meskipun ada penolakan dari para menteri atas pengawalan ketat yang diberikan, seharusnya pihak keamanan tidak lepas tangan begitu saja.
"Sebetulnya saya dulu juga demikian mendapat pengawalan, bunti-buntian kita tidak suka. Karena kita mau dekat dengan masyarakat. Tetapi itu memang situasinya, ini artinya sudah ada pengamanan internal maupun eksternal. Jadi semua harus mengamankan," terangnya.
(kri)
Berita Terkait
Usai Dilantik, Menko...
Usai Dilantik, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Temui Mahfud MD
Profil Heri Wiranto,...
Profil Heri Wiranto, Jenderal TNI Bintang 2 yang Jabat Deputi Kemenko Polhukam
Djanedjri M Gaffar Diangkat...
Djanedjri M Gaffar Diangkat Jadi Deputi Kesbang Kemenko Polhukam
Masuk Kelompok Ahli...
Masuk Kelompok Ahli Saber Pungli, Zainal Arifin Mochtar Beberkan Tugasnya
Kemenko Polhukam Telusuri...
Kemenko Polhukam Telusuri Dugaan Mafia Tanah di Jakbar
Kemenko Polhukam Gelar...
Kemenko Polhukam Gelar Forum Penyamaan Persepsi RUU Kejaksaan
Berita Terkini
Pengembalian Amplop...
Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana, KPK Terus Dalami Kasus HPT
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Raksasa (yang) Tak Lagi...
Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Gugatan Praperadilan, Polda Metro Jaya: Tidak Apa-apa
Transisi Energi, Prabowo...
Transisi Energi, Prabowo Akan Luncurkan BBM B50 pada 9 Juli 2026
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved