MUI Kutuk Keras Aksi Radikalisme Terkait Penyerangan Wiranto

Jum'at, 11 Oktober 2019 - 15:37 WIB
MUI Kutuk Keras Aksi...
MUI Kutuk Keras Aksi Radikalisme Terkait Penyerangan Wiranto
A A A
JAKARTA - Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis mengutuk keras aksi radikalisme pada penyerangan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Pandeglang, Kamis (10/10) kemarin.

"Apapun motifnya kami mengutuknya dan harus diusut kalau itu memang dari terorisme jaringan-jaringannya," ujar KH Cholil saat dihubungi SINDOnews, Jumat (11/10/2019).

KH Cholil mengatakan aksi terorisme dan radikalisme bisa dilaksanakan oleh siapapun oleh agama apapun. Maka dari itu semua pihak khususnya aparat keamanan harus bisa mengantisipasi hal tersebut.

"Tugas dari pemerintah adalah menjaga keamanan dari teror itu tapi ketika itu teror berdalih isme agama atau kepercayaan dan keyakinan maka ahli agamawan mana yang bisa memberikan pendangkalan atau penyelesaian bahkan mungkin juga penetralan menormalkan kembali dari paham-paham yang menyimpang, paham-paham terorisme itu yang radikalisme itu," jelasnya.

KH Kholil pun berharap, kepada pemerintah memberikan keamanan yang cukup dan kepada kepolisian khususnya kepada BIN agar lebih efektif untuk mendeteksi tentang gejala-gejala yang merusak terhadap keamanan negara.

"Apalagi kepada pejabat negara sehingga tidak menjadi teror menjadi hal yang menakutkan merasa tidak aman dalam kondisi dan situasi apapun di Indonesia ini," ucapnya.

KH Cholil pun juga turut sedih dengan penyerangan yang menimpa Menko Polhukam Wiranto pada Kamis (10/10) kemarin. "Saya ikut prihatin dan ikut sedih karena Menko Polhukam ternyata terancam keamanannya. Dan yang kedua menyesalkan mengapa sampai kebobolan sampai keamanannya sampai menyentuh pada orang yang bertanggung jawab sebagai koordinator keamanan di Indonesia ini," tuturnya.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan pelaku penyerangan Menko Polhukam Wiranto diduga terpapar radikalisme. "Info yang saya dapat dia diduga terpapar radikal ISIS, ini masih didalami dan Densus 88 masih meminta keterangan para tersangka. Tersangka kondisinya tidak luka," ujar Dedi saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Menko Polhukam Wiranto diserang oleh dua terduga pelaku yakni FA dan Abu Rara ‎(RA) usai melakukan kunjungan di daerah Menes, Purwaraja, Pandeglang, pada Kamis 10 Oktober 2019.
(kri)
Berita Terkait
Usai Dilantik, Menko...
Usai Dilantik, Menko Polhukam Hadi Tjahjanto Temui Mahfud MD
Profil Heri Wiranto,...
Profil Heri Wiranto, Jenderal TNI Bintang 2 yang Jabat Deputi Kemenko Polhukam
5 Poin Pernyataan Mahfud...
5 Poin Pernyataan Mahfud MD soal MUI dan Penangkapan Zain An-Najah
Usai Terjadi Penembakan,...
Usai Terjadi Penembakan, Kantor MUI Dijaga Ketat Brimob
Djanedjri M Gaffar Diangkat...
Djanedjri M Gaffar Diangkat Jadi Deputi Kesbang Kemenko Polhukam
Masuk Kelompok Ahli...
Masuk Kelompok Ahli Saber Pungli, Zainal Arifin Mochtar Beberkan Tugasnya
Berita Terkini
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
PTUN Tolak Gugatan PLK,...
PTUN Tolak Gugatan PLK, Dedi Mulyadi Menilai Keputusan Hakim Sudah Tepat
Pelimpahan Berkas Perkara...
Pelimpahan Berkas Perkara Febrie Dinilai Tindakan Rasional
Ramalan Juni Indonesia...
Ramalan Juni Indonesia Kolaps, Prabowo: Ini Udah Juli!
MA-Kemenkum: Kepastian...
MA-Kemenkum: Kepastian Hukum dan Pemahaman BJR Penting dalam Pengambilan Keputusan di BUMN
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved