Dampak Kerusuhan, Pemerintah Mulai Perbaiki Bangunan Rusak di Wamena

Selasa, 08 Oktober 2019 - 16:15 WIB
Dampak Kerusuhan, Pemerintah...
Dampak Kerusuhan, Pemerintah Mulai Perbaiki Bangunan Rusak di Wamena
A A A
JAKARTA - Pemerintah mulai memperbaiki bangunan-bangunan rusak dampak kerusuhan Wamena. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, proses pembangunan ini akan dilakukan bersama TNI.

"Kami akan kerja sama dengan Zeni TNI seperti halnya kami tangani perbatasan dan bencana lainnya. Kita kerja sama dengan TNI supaya lebih cepat dan efektif di lapangan," kata Basuki di Kantor Presiden, Selasa (8/10/2019).

(Baca juga: Ribuan Pengungsi Wamena yang Masih Berada di Jayapura Mulai Terserang ISPA)

Dia mengatakan, ada 10 kantor milik pemerintah yang rusak berat akibat kerusuhan tersebut. Diantaranya Kantor Sekretariat Daerah, Badan Pengelola Keuangan, Bappeda, Inpektorat, Dinas Kominikasi dan Informasi, Satpol PP, Badan Lingkungan Hidup, PLN, Kantor Urusan Agama, dan Dinas Perhubungan.

"Rusak ringan ada 34 bangunan. 8 kantor dan 26 sarana pendidikan. Total ada 44," ungkapnya.

Di samping itu juga terdapat 450 ruko rusak akibat terbakar. Kemudian terdapat 165 rumah yang juga rusak. Menurut laporran yang diterimanya kerusakan lebih banyak pada atap.

"Kerusakannya ternyata kebanyakan kalau menurut laporan itu di atap-atapnya saja. Konstruksinya masih bisa menurut saya. Karena kami mengirim tim badan litbang untuk mengaudit konstruksinya," paparnya.

(Baca juga: Peristiwa Wamena Memberi Pelajaran Penting bagi Polri)

Basuki menjelaskan, sebagaimana perintah presiden baik kantor pemerintah maupun milik warga agar segera direhabilitasi. Dia mengatakan, akan melibatkan pihak lokal dalam proses rehabilitasi ini.

"Perintah bapak presiden tadi agar ditangani. Termasuk rumah akan ditangani KemenPUPR. Pelaksanaannya nanti pasti akan mengikutkan pengusaha lokal, material lokal, dan juga pelaksanaan dibantu oleh TNI," tuturnya.

Basuki menargetkan, proses rehabilitasi ini dapat tuntas sesegara mungkin. Menurutnya saat ini masih dalam proses pembersihan.

"Target saya kira secepatnya. Sekarang ini sedang pembersihan, sejalan dengan penanganan keamanan. Mudah-mudahan dua minggu ini bisa bersih. Yang penting kita bersihkan, baru rehabilitasi," katanya.

Lebih lanjut dia menuturkan untuk di wamena ada beberapa pengungsi di Jayapura yang tetap ingin kembali ke Wamena. Sehingga tidak semua ingin pulang kampung.

"Ada juga yang menyampaikan kalau Wamena penanganan keamanannya memadai dan dirasakan aman, mereka akan kembali lagi ke Wamena. Saya kira ini kabar baik," jelasnya.
(maf)
Berita Terkait
Keluar dari Situasi...
Keluar dari Situasi Konflik di Papua
Elemen Masyarakat Papua...
Elemen Masyarakat Papua Ajak Semua Pihak Jaga Kedamaian Papua
Dialog Damai dan Bermartabat...
Dialog Damai dan Bermartabat Kunci Atasi Persoalan di Papua
Kepala Suku Adat La...
Kepala Suku Adat La Pago Provinsi: Mari Jaga Kedamaian Papua
Begini Penuturan Panglima...
Begini Penuturan Panglima Perang Adat terkait Kondisi Ilaga
Pasukan TNI-Polri Pukul...
Pasukan TNI-Polri Pukul Mundur Massa yang Bentrok di Jayawijaya
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved