PDIP: Majalah Tempo Kurang Mengindahkan Etika dan Budaya Bangsa

Selasa, 08 Oktober 2019 - 14:24 WIB
PDIP: Majalah Tempo...
PDIP: Majalah Tempo Kurang Mengindahkan Etika dan Budaya Bangsa
A A A
JAKARTA - PDI Perjuangan merespons negatif atas berbagai karikatur yang disampaikan Majalah Tempo terhadap sosok Presiden Jokowi.

“PDI Perjuangan sangat menghormati kritik sebagai esensi penting dalam demokrasi. Namun etika jurnalistik tetap harus di kedepankan. Demokrasi memerlukan estetika, perlu pemahaman terhadap kebudayaan bangsa, sehingga tampilan karikatur Majalah Tempo terhadap Presiden Jokowi dalam beberapa edisi terakhir sangat disesalkan,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Selasa (8/10/2019)

Menurut Hasto, apa yang disampaikan media tersebut sudah tidak lagi menampilkan pesan jurnalistik yang mencerdaskan dan membangun peradaban, namun sudah menampakkan kepentingan tertentu yang disertai framing kepada pembaca.

“Ketika media tersebut memberikan kritik yang begitu tajam terhadap PDI Perjuangan kami menerimanya sebagai bagian dari kritik dan kami lakukan otokritik, namun ketika simbol negara Presiden Republik Indonesia dibuat karikatur tersebut, kami sangat menyesalkan. Karikatur Presiden Jokowi tersebut cermin kemunduran kualitas jurnalistik karena minus kebajikan,” katanya.

Hasto berharap, sebaiknya Tempo menyampaikan pemberitaan berimbang atau cover both sides, dan sebagai media yang berada di wilayah Indonesia, untuk memelajari kembali sejarah pers nusantara, pers yang membawa pelita harapan, mencerdaskan, dan memajukan kesejahteraan umum.

”Terkait dengan revisi UU KPK suara DPR dan Pemerintah bulat. Jalankan undang-undang baru tersebut, kita monitor, cermati, dan kita semua punya tanggung jawab untuk memberantas korupsi,” tegasnya.

Dia menegaskan, Presiden Jokowi tidak akan tingal diam memberantas korupsi, ada atau tidak ada undang-undang. Sebab korupsi adalah kejahatan kemanusiaan. Namun dengan revisi tersebut, Ke depan tidak ada lagi penyalahgunaan kewenangan yang selama ini banyak terjadi”

”Ketika kita warga bangsa tidak lagi bisa menghormati simbol negara seperti Presiden Republik Indonesia Jokowi, maka demokrasi melunturkan watak kebudayaan bangsanya. Setop karikatur yang tidak mencerdaskan kehidupan bangsa,” jelasnya.
(cip)
Berita Terkait
Jokowi Tidak Diundang...
Jokowi Tidak Diundang Rakernas PDIP, Pengamat: Penegasan Tidak Satu Gerbong Lagi
Tidak Diundang ke Rakernas...
Tidak Diundang ke Rakernas V PDIP, Jokowi: Tanyakan ke yang Mengundang
Jokowi Dipastikan Tak...
Jokowi Dipastikan Tak Hadir di Rakernas PDIP, Pilih ke Istana Yogya
Pratikno Ungkap Reaksi...
Pratikno Ungkap Reaksi Jokowi Diisukan Cawe-cawe di Kepengurusan Baru PDIP
Jokowi Dinilai Layak...
Jokowi Dinilai Layak Pimpin PDIP Gantikan Megawati
Profil Maruarar Sirait...
Profil Maruarar Sirait yang Keluar dari PDIP untuk Mengikuti Jokowi
Berita Terkini
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Kasus Mega Korupsi BGN...
Kasus Mega Korupsi BGN dan Kitas-Kitap
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved