Analis Pertahanan: Kalau Panglima dan Kapolri Tak Kuat, Kudeta Terjadi

Kamis, 03 Oktober 2019 - 19:32 WIB
Analis Pertahanan: Kalau...
Analis Pertahanan: Kalau Panglima dan Kapolri Tak Kuat, Kudeta Terjadi
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didesak segera membentuk kabinetnya. Pasalnya, situasi dalam negeri akhir-akhir ini semakin memanas menyusul maraknya aksi demonstrasi mahasiswa dan kalangan pelajar.

Hal ini mencuat dalam diskusi bertajuk 'Muara Unjuk Rasa: NKRI Mau Dibawa Kemana?' yang digelar Indonews.id di Warung Solo, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2019).

"Jadi kita ini satu detik lagi pak, kalau Panglima TNI dan Kapolri enggak kuat, kudeta sudah terjadi kemarin. Ini apa people power kok," kata Analis Pertahanan dan Militer Connie Rahakundini.

Connie menganggap, perang yang terjadi saat ini bukan dilihat dari perang fisik seperti perang-perang yang terjadi sebelumnya. Namun, perang yang terjadi di latarbelakangi kemajuan teknologi dan digital dengan smartphone yang mudah dimiliki.

”Aksi demonstrasi yang melibatkan komponen mahasiswa yang diikuti kalangan siswa STM tak lepas dari pesan group WA atau media sosial,” katanya.

Connie mengaku mendapatkan informasi dari organisasi mahasiswa Cipayung bahwa aksi demonstrasi yang terjadi kemarin telah didesain oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki afiliasi dengan salah satu partai politik di Indonesia.

”Yang terjadi kemarin merupakan tugas berat yang harus diemban BIN dan Bais. Ke depan jika mereka gagal mengantisipasi, maka revolusi bisa pecah,” katanya.

Connie juga menyarankan agar menteri kabinet segera dibentuk. Dia berharap, Presiden Jokowi tak terlalu lama memilih orang-orang yang dianggap tepat menjadi pembantunya. "Jadi saya berharap pilih menteri yang punya intelegensia yang baik, enggak usahlah titipan ini, titipan itu," ujarnya.

Pengamat Sosial Politik, Rudi S Kamri lebih menyoroti soal program revolusi mental yang dianggapnya belum tepat sasaran. Sehingga, program yang telah menghabiskan hampir Rp1 triliun itu tak mengubah watak dan mental generasi muda, terutama mahasiswa dan pelajar.

Kegagalan revolusi mental karena hanya menyasar kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai BUMN. Sementara dua sektor tersebut hampir 78% tak menyumbang suara kepada Jokowi pada pilpres lalu.

Pegiat sosial media ini menilai, dalam kesempatan bertemu Presiden Jokowi di Istana bersama sejumlah pakar, dirinya telah menyarankan agar program revolusi mental harus diubah. Ada tiga hal yang disarankan kepada Jokowi.

Pertama, Presiden harus kembali aktif memimpin program revolusi mental. Kedua, istilah revolusi mental harus diubah namanya yang sesuai kebutuhan milenial, dan ketiga memperbaiki materi revousi mental.

"Saya lihat satu per satu seperti jaman P4 jaman dulu," kata Rudi seraya menegaskan bahwa dirinya sepakat dengan Connie agar Jokowi buru-buru segera dilantik menjadi Presiden untuk periode kedua nanti.
(cip)
Berita Terkait
Mahasiswa di Makassar...
Mahasiswa di Makassar Demo Tolak Kedatangan Jokowi
Mantan Presiden Mahasiwa...
Mantan Presiden Mahasiwa Trisakti Soroti Aksi Demo Mahasiswa Makzulkan Jokowi
Demo Gejayan Kembali...
Demo Gejayan Kembali Memanggil, Mahasiswa Yogyakarta Bentangkan Spanduk Kritisi Jokowi
Simbol Berpihak ke Rakyat,...
Simbol Berpihak ke Rakyat, Mahasiswa Buka Jas Almamater di Kawasan Patung Kuda
Di Tengah Demo Mahasiswa,...
Di Tengah Demo Mahasiswa, Jokowi Terima Menlu Kanada di Istana
Bakal Didemo Mahasiswa,...
Bakal Didemo Mahasiswa, Jokowi Bertolak ke Jawa Timur
Berita Terkini
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
Prabowo dan Narendra...
Prabowo dan Narendra Modi Resmikan Konservasi Candi Prambanan Pagi Ini
PBNU Tetapkan Ponpes...
PBNU Tetapkan Ponpes Tambakberas Jombang Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Bupati Kuansing Minta...
Bupati Kuansing Minta Jatah dari 914 Petani terkait Pengurusan Pelepasan Kawasan Hutan
Prabowo Cerita di Depan...
Prabowo Cerita di Depan Modi, Mengaku Punya DNA India
Momen Prabowo Beri Angklung...
Momen Prabowo Beri Angklung ke Presiden Narendra Modi Jadi Bukti Simbol Persahabatan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved