Dialog Jadi Solusi Penanganan Masalah di Papua

Kamis, 03 Oktober 2019 - 16:38 WIB
Dialog Jadi Solusi Penanganan...
Dialog Jadi Solusi Penanganan Masalah di Papua
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta untuk menyelesaikan konflik di Papua dengan mengedepankan dialog. Selain lebih bisa diterima masyarakat Papua, cara ini juga akan membuat penangan kerusuhan di Bumi Cendrawasih itu berjalan lebih tepat sasaran.

Asisten Staf Khusus Presiden Indonesia periode 2009-2014 Bidang Pengembangan Daerah, Moksen Idris Sirfefa mengatakan, pemerintah dan masyarakat Indonesia perlu mengenal lebih jauh warga Papua. Melalui cara pengenalan itu diharapkan akan timbul solusi yang pas bagi konflik di kawasan tersebut.

"Kalau ada salah mengidentifikasi berarti akan salah menginjeksi obat yang pas. Nah, tingkatan mengenal ini kan banyak maka kalau mau menyeksaikan harus pada tingkatan mengenal yang tinggi," kata Moksen di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Dia mengatakan, ada dua hal penting melihat Papua. Pertama, mencari jalan keluar. Dia menyambut positif keinginan Presiden Joko Widodo untuk menggelar dialog. Selanjutnya, mencari pihak ketiga sebagai mediator diskusi antara pemerintah dan masyarakat yang berada di Papua.

"Mesti ada pihak ketiga yang memediasi dua pihak ini. Enggak usah ambil dari luar dulu karena ini masalah kita bersama," ujar Moksen.

Masalah kedua, katanya, kurangnya literasi dan masalah di Papua yang berujung pada kehilangan kecerdasan kognitif dan spiritual masyarakat. Karena itu, dalam memahami masyarakat Papua jangan hanya melalui angka-angka, namun harus dicari sisi lainnya.

"Saya melihat bahwa ada persoalan ini yang kemudian tidak dimiliki para pengambil kebijakan di pusat dan daerah, jadi salah identifikasi dan memahami dan salah melakukan injeksi dan kebijakan," katanya.

Pakar psikologi konflik Ichsan Malik menambahkan, pemerintah harus menjadi bagian dari solusi atas konflik yang ada di Papua. Menurut dia, konflik dapat makin meluas karena respons yang salah.

Ichsan mengapresiasi langkah Presiden Jokowi untuk menggelar dialog dengan kubu yang berbeda pandangan dengan pemerintah. Namun, dia mengingatkan perlunya mengontrol jumlah personel militer yang berada di daerah tersebut jika konflik telah terpecahkan.

"Kalau sekarang karena buat kemausiaan ya tidak masalah buat di Wamena. Yang penting dialog harus dikedepankan. Demikian juga ada pihak ketiga sebagai mediator berasal dari dalam negeri saja," katanya.

Ketua Policy Center Iluni UI Muhammad Jibril mengungkapkan saat ini Iluni UI melalukan kajiam internal tentang model komunikasi konstruktif yang tepat untuk Papua.

Dia mengatakan, Iluni menginginkan agar komunikasi konstruktif berdasarkan kajian itu memiliki prioritas yang baik.

"Kami sedang melakukan beberapa FGD, nanti juga akan bertemu beberapa stakeholder dari kalangan alumni terkait dengan isu Papua ini.Tapi untuk waktunya masih tentatif karena prosesnya masih berjalan," kata Jibril.

Jibril mengungkapan, kajian yang sedang dilakukan itu tentu melibatkan akademisi sebagai insan intelektual. Menurutnya, akademisi relarif bisa diterima semua pihak manapun yang mungkin berada dalam pusaran konflik.

"Ini masalah sudah lama makanya posisi akademisi penting untuk melihat masalah itu dengan jelas," katanya.
(dam)
Berita Terkait
Keluar dari Situasi...
Keluar dari Situasi Konflik di Papua
Elemen Masyarakat Papua...
Elemen Masyarakat Papua Ajak Semua Pihak Jaga Kedamaian Papua
Kepala Suku Adat La...
Kepala Suku Adat La Pago Provinsi: Mari Jaga Kedamaian Papua
Dialog Damai dan Bermartabat...
Dialog Damai dan Bermartabat Kunci Atasi Persoalan di Papua
Begini Penuturan Panglima...
Begini Penuturan Panglima Perang Adat terkait Kondisi Ilaga
Pasukan TNI-Polri Pukul...
Pasukan TNI-Polri Pukul Mundur Massa yang Bentrok di Jayawijaya
Berita Terkini
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved