Ketentuan Etika Dinilai Tak Bisa Halangi GKR Hemas Maju Pimpinan MPR

Rabu, 02 Oktober 2019 - 13:22 WIB
Ketentuan Etika Dinilai...
Ketentuan Etika Dinilai Tak Bisa Halangi GKR Hemas Maju Pimpinan MPR
A A A
JAKARTA - Ketentuan mengenai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang melanggar etika di periode sebelumnya dinilai tidak bisa dijadikan penghalang bagi GKR Hemas maju sebagai salah satu pimpinan MPR dari unsur DPD.

Pakar hukum tata negara, Margarito Kamis menilai, secara hukum ketentuan itu hanya mengikat pada anggota DPD pada periode sebelumnya yang sudah berakhir pada 30 September 2019.

“Oleh karena sudah berakhir maka anggota DPD yang baru harus dianggap belum pernah melakukan apa-apa. Orang belum menjadi DPD kok sudah terikat pada ketentuan melanggar etika? Bahwa dia pernah melanggar etika di masa lalu, ya sudah berakhir kemarin. Konsekuensinya, sudah berakhir kemarin,” tutur Margarito kepada wartawan, Rabu (2/10/2019).

Menurut Margarito, pelantikan sebagai anggota DPD kemarin, sama dengan menghentikan seluruh masalah hukum yang terjadi di masa lalu.

“Oleh karena itu, kalaupun ada pelangaran etika maka sudah berakhir bersamaan dengan berakhirnya masa keanggotaan dia di masa lalu itu,” ujar Margarito.

Margarito mengatakan, ketika seseorang terpilih lagi, dan pemilu itu satu peristiwa hukum yang bernilai, bukan lagi orang yang terpilih itu adalah orang lama, tetapi dia orang baru. Karena itu, dia tidak lagi dianggap melanggar etika.

“Karena kegiatan DPD baru dimulai kemarin maka bagaimana dia melanggar etika? Itu tidak bisa diperlakukan untuk ibu Hemas, untuk mencalonkan diri,” tutur Margarito.

Margarito juga menegaskan aturan yang lama tetap berlaku, tetapi tidak untuk anggota DPD yang baru dua hari bekerja. Oleh karena itu, Margarito kembali menegaskan belum bisa diberlakukan ketentuan itu kepada GKR Hemas.

“Karena itu tidak ada hambatan bagi Ibu Hemas untuk mencalonkan diri sebagai pimpinan MPR. Menurut saya, anggota DPD tidak bisa dipakaia untuk menghalangi Ibu Hemas menjadi calon pimpinan MPR mewakili unsur DPD,” tutur Margarito.

Dia menambahkan seluruh anggota MPR justru perlu mempertimbangkan untuk mengakomodasi keterwakilan sosok perempuan dalam komposisi kepemimpinan MPR.
(dam)
Berita Terkait
Sidang Paripurna DPD...
Sidang Paripurna DPD Ke-11 Digelar Secara Virtual
Masalah Lelang Jabatan...
Masalah Lelang Jabatan Sekjen DPD, Nono Sampono Surati Presiden
Ketua Kelompok DPD di...
Ketua Kelompok DPD di MPR M Syukur Dukung Gagasan DPD Diatur dalam UU Tersendiri
Puan Pengganti dan Penerus...
Puan Pengganti dan Penerus Perjuangan Soekarnoisme
Istimewanya FGD Penguatan...
Istimewanya FGD Penguatan Peran DPD di Yogyakarta
Sah! 152 Anggota DPD...
Sah! 152 Anggota DPD RI Periode 2024-2029 Resmi Dilantik
Berita Terkini
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved