Keluarga Irman Gusman Bersyukur PK Dikabulkan MA

Kamis, 26 September 2019 - 14:36 WIB
Keluarga Irman Gusman...
Keluarga Irman Gusman Bersyukur PK Dikabulkan MA
A A A
JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) mantan Ketua DPD Irman Gusman dengan mengurangi masa hukuman menjadi 3 tahun. Hukuman itu lebih rendah dari putusan Majelis Hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, yakni 4 tahun 6 bulan.

Kuasa Hukum Irman Gusman, Maqdir Ismail mengungkapkan, usai dikabulkan PK itu, pihak keluarga merasa bersyukur dengan putusan MA tersebut.

"Mereka merasa bersyukur atas putusan ini, karena ada pengurangan hukuman dari 4,5 tahun menjadi 3 tahun," ujar Maqdir kepada SINDOnews, Kamis (26/9/2019).

Namun, Maqdir masih belum puas dengan keputusan itu, sebab menurutnya Irman Gusman tidak punya kesengajaan dalam melakukan korupsi itu.

"Meskipun saya sendiri tidak puas dengan putusan ini, karena pak Irman tidak punya kesengajaan melakukan 'korupsi' yang dianggap terbukti. Menurut hemat saya, mestinya beliau dibebaskan," jelasnya.

Juru Bicara MA, Andi Samsan Ngaro mengkonfirmasi kebenaran dikabulkannya PK dari Irman Gusman. Putusan tersebut dijatuhkan pada hari Selasa, 24 September 2019 oleh majelis hakim PK yang diketuai oleh Suhadi, Eddy Army dan Abdul Latif masing-masing sebagai hakim anggota.

"Mengabulkan permohonan PK Pemohon/Terpidana Irman Gusman dan membatalkan putusan judex facti - putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan MA mengadili sendiri," kata Andi.

Andi dalam keterangan tertulisnya, menyatakan Pemohon PK yakni Irman Gusman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana yang diatur dalam Pasal 11 Undang-undang Tipikor, menjatuhkan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun denda Rp50 juta subsider 1 (satu) bulan kurungan.

"Majelis hakim PK berpendapat, dari fakta hukum yang terungkap di persidangan perbuatan Pemohon PK Irman Gusman lebih tepat dikenakan Pasal 11 UU Tipikor," jelasnya.

"Sehingga putusan judex facti yang menerapkan Pasal 12 huruf b Undang-Undang Tipikor dan menjatuhkan pidana penjara 4 (empat) tahun 6 (enam) bulan denda Rp200 juta subsider 3 (tiga) bulan kurungan, tidak tepat. Sehingga permohonan Pemohon PK beralasan menurut hukum dan keadilan untuk dikabulkan," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Sidang Paripurna DPD...
Sidang Paripurna DPD Ke-11 Digelar Secara Virtual
Masalah Lelang Jabatan...
Masalah Lelang Jabatan Sekjen DPD, Nono Sampono Surati Presiden
Ketua Kelompok DPD di...
Ketua Kelompok DPD di MPR M Syukur Dukung Gagasan DPD Diatur dalam UU Tersendiri
Puan Pengganti dan Penerus...
Puan Pengganti dan Penerus Perjuangan Soekarnoisme
Istimewanya FGD Penguatan...
Istimewanya FGD Penguatan Peran DPD di Yogyakarta
Sah! 152 Anggota DPD...
Sah! 152 Anggota DPD RI Periode 2024-2029 Resmi Dilantik
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
Akibat Keluarga Flexing,...
Akibat Keluarga Flexing, Dua Pejabat Kemenkeu Masuk Penjara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved