Fenomena Mahasiswa Demo, Momentum Kebangkitan Parlemen Jalanan

Rabu, 25 September 2019 - 07:06 WIB
Fenomena Mahasiswa Demo,...
Fenomena Mahasiswa Demo, Momentum Kebangkitan Parlemen Jalanan
A A A
JAKARTA - Direktur Politik Hukum Wain Advisory Indonesia, Sulthan Muhammad Yus menilai, fenomena demonstrasi besar-besaran dan masif hingga seluruh pelosok negeri yang dilakukan oleh kalangan mahasiswa sebagai momentum kebangkitan parlemen jalanan yang nyaris mati suri selama 5 tahun belakangan.

"Sekaligus ajang konsolidasi gerakan mahasiswa yang tersebar oleh warna-warninya amamater. Tidak ada yang salah dari gerakan ini, justru negara perlu memberikan ruang sebesar-besarnya bagi perjuangan kerakyatan," tutur Sulthan kepada SINDOnews, Rabu (25/9/2019).

Kata Sulthan, apakah demonstrasi mahasiswa ini hanya soal revisi UU KPK, RUU KUHP dan atau RUU-RUU lainnya, ia menganggap, tidak sesederhana itu. Menurutnya, gerakan Ini perlu dilihat lebih luas sebagai bentuk akumulasi kekecewaan kolektif terhadap kebijakan pemerintahan selama 5 tahun ini.

(Baca juga: Politikus PDIP Sebut Negara dalam Bahaya, Pengamat: Berlebihan!)

Menurut dia, ada indikasi kekecewaan terhadap DPR, yang isinya adalah kumpulan partai politik sebagai infrastruktur utama demokrasi yang diharapkan menjadi alat mewujudkan kepentingan nasional untuk kesejahteraan rakyat ditengah arus kapitalisme global yang semakin membahana.

Namun kata Sulthan, sebuah kebijakan itu tidak bisa dilahirkan hanya oleh satu cabang kekuasaan saja. Lebih dari itu, Presiden sebagai kepala pemerintahan memegang peranan sentral dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang notabene adalah tujuan akhir dari Ideologi Pancasila.

Dijelaskan oleh Sulthan, semua kekuasaan dilahirkan melalui rahim partai politik. Bentuk kekecewaan rakyat yang diwakilkan oleh perjuangan mahasiswa ini salah satunya diakibatkan oleh pola gerak partai yang kerap melupakan pentingnya pendidikan politik bagi konstituen khususnya dan umumnya bagi rakyat.

Sementara bagi elite negeri, lanjut Sulthan, kedaulatan rakyat hanya dilihat sebagai festival lima tahunan, diperebutkan lalu dikesampingkan begitu saja. Ditambah lagi model kekuasaan sentralistik yang kini dipraktekkan oleh banyak partai politik kerap melupakan proses serapan aspirasi dari isi kepala konstituen. "Hasilnya ledakan kekecewaan," ujar dia.

Dengan demikian, maraknya aksi demonstrasi mahasiswa yang massif karena ada sebab tentu ada akibat atau ada aksi ada reaksi. Dalam melihat demonstrasi besar-besaran ini, satu kaca mata tidak cukup untuk mengurai benang kusut yang mendera. Karenanya, perlu terobosan kongkret dari kekuasaan agar gerakan ini tidak semakin larut hingga rawan disusupi penumpang gelap.

Terakhir, kata Analis Politik asal UIN Jakarta ini, apa yang dilakukan oleh kawan-kawan mahasiswa ini jangan lagi diperkeruh oleh tuduhan makar dan tuduhan-tuduhan lainnya yang justru tidak ada dasar pijakannya.

"Momentum ini harus digunakan sebaik-baiknya bagi partai politik dan elit kekuasaan untuk instropeksi dan melakukan kontemplasi guna menjawab tuntutan rakyat. Mari melihat demonstrasi ini sebagai langkah positif bagi kemajuan demokrasi di tanah air," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Uya Kuya Bantah Kabur...
Uya Kuya Bantah Kabur ke Luar Negeri saat Demo di Jakarta Rusuh
Komisi IX DPR Nilai...
Komisi IX DPR Nilai Pakta Integritas Tak Perlu Jadi Polemik
Aksi Demo di Depan DPR/MPR,...
Aksi Demo di Depan DPR/MPR, Arus Lalu Lintas Dialihkan
Prilly Latuconsina Geram...
Prilly Latuconsina Geram dengan Sikap DPR: Sindir Pernyataan Soal Tunjangan Naik
Daftar Lengkap 580 Anggota...
Daftar Lengkap 580 Anggota DPR yang Dilantik Hari Ini
SDI Sebut Sangat Berlebihan...
SDI Sebut Sangat Berlebihan Kinerja DPR RI Sekarang Dianggap Terburuk di Era Reformasi
Berita Terkini
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved