Aparat Didesak Usut dan Tangkap Pelaku Pembakaran Hutan

Senin, 23 September 2019 - 22:32 WIB
Aparat Didesak Usut...
Aparat Didesak Usut dan Tangkap Pelaku Pembakaran Hutan
A A A
JAKARTA - Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) mengajak masyarakat untuk berhenti saling tuduh dan saling menyalahkan atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dan Riau.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PKB Marwan Dasopang mengatakan, pemerintah dan semua elemen masyarakat harus gerak cepat bahu-membahu untuk mengatasi Karhutla yang semakin memprihatinkan.

"Daripada saling menyalahkan, kami mengajak semua pihak ayo bersama-sama memberikan pertolongan kepada masyarakat terdampak, khususnya yang terserang penyakit infeksi dan lainnya," ujaranya kepada wartawan di Ruang Fraksi PKB, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Marwan juga mengatakan, kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Karena itu, semua pihak mestinya bersama-sama menanggulangi dengan kemampuan dan peran yang bisa dilakukan.

"Agar tidak saling tuduh dan berdebat, DPP PKB bidang Penanggulangan Bencana meminta pemerintah segera memetakan persoalan, dan menerjunkan aparat hukum untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan atas terjadinya karhutla," tandasnya.

PKB juga minta agar pemerintah mengumumkan siapa pelaku pembakaran, baik perorangan maupun korporasi. PKB berharap pemerintah segera melakukan penataan penanganan Karhutla dalam satu komando terpusat, sehingga bisa melakukan langkah-langkah pencegahan.

"Kami dari DPP PKB sudah turun ke lokasi untuk turut serta menangani dampak sosial di daerah bencana. PKB juga akan ikut membagikan masker standar maupun vitamin bagi korban asap bekerja sama dengan DPW dan masyarakat lainnya," urainya.

Saat ini, kata dia, yang perlu diwaspadai adalah karhutla tidak hanya terjadi di Kalimantan dan Riau, Jambi dan Sumsel, namun daerah lain juga berpotensi Karhutla. "Karena itu harus segera dilakukan antisipasi agar bisa dicegah tidak menjadi bencana," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
APHI dan Fakultas Kehutanan...
APHI dan Fakultas Kehutanan USU Bahas Transformasi Industri Kehutanan
Provinsi Jambi Tempat...
Provinsi Jambi Tempat Percontohan Kehutanan Sosial
Forum Kehutanan PBB,...
Forum Kehutanan PBB, Indonesia Tegaskan Pentingnya Akurasi Pemantauan Hutan
Desak Revisi Kebijakan...
Desak Revisi Kebijakan Kehutanan KHDPK, Ini Alasan Sekar Perhutani
Seimbangkan Konservasi...
Seimbangkan Konservasi Ekologi, RI Dorong Transformasi Bisnis Kehutanan Regeneratif
Hutan Bowosie Dirambah...
Hutan Bowosie Dirambah Sejak 1998, Penolakan BPOLBF oleh KMRB Kian Lemah
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved