RUU KUHP Tuai Polemik, KH Ma'ruf Amin: Selesaikan Sesuai Konstitusi

Sabtu, 21 September 2019 - 21:44 WIB
RUU KUHP Tuai Polemik,...
RUU KUHP Tuai Polemik, KH Ma'ruf Amin: Selesaikan Sesuai Konstitusi
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) terpilih KH Ma'ruf Amin meminta semua pihak mengedepankan aturan yang berlaku terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang menuai polemik. Sebab sejatinya dalam proses menentukan suatu kebijakan dipastikan adanya perbedaan sudut pandang.

Maka itu, KH Ma'ruf Amin ingin dalam pengambilan keputusan, baik kubu yang pro maupun kontra, mengedepankan aturan yang berlaku dalam konstitusi. (Baca juga: Pasal Penghinaan Presiden Bikin Masyarakat Takut Bersuara)

"RUU KUHP memang ada pro kontra, boleh saja orang sepakat dan tidak sepakat, tapi ditempuh melalui mekanisme yang ada. Bagi mereka yang tidak setuju, bisa menggugat melalui judicial review di MK," ujar KH Ma'ruf seusai menghadiri acara Gerakan Nasional Kedaulatan Pangan untuk Umat di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (21/9/2019).

KH Ma'ruf enggan menanggapi usaha pemerintah yang meminta DPR menunda pengesahan RUU KUHP tersebut. Menurutnya, saat ini kewenangan masih ada dalam kuasa penuh pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. "Tanya pemerintahlah, saya kan belum dilantik wakil presiden," kata Maruf. (Baca juga: Polemik RUU KUHP, Pakar Hukum Nilai Pemerintah Tak Konsisten)

Sebelumnya, Jokowi memerintahkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly untuk menyampaikan usulan pemerintah kepada DPR, agar RUU KUHP ditunda. Sebab pemerintah melihat terlalu banyak pasal-pasal yang memuat poin-poin kontroversial dan hal itu memunculkan protes dari masyarakat.
(Baca juga: RUU KUHP Ditunda, Ketua DPR Berharap Bisa Turunkan Tensi Politik)

"Sudah saya perintahkan Menkumham untuk menyampaikan sikap ini kepada DPR, dan pengesahannya tidak dilakukan oleh DPR periode ini, yaitu agar pengesahan RUU KUHP ditunda," ujar Jokowi di Istana Bogor, Jumat (20/9/2019) kemarin.
(thm)
Berita Terkait
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Selain Wapres, Jokowi...
Selain Wapres, Jokowi Disarankan Aktifkan Ma'ruf Amin Jadi Penasihat
Survei: 67,8% Publik...
Survei: 67,8% Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf
Jejak Reshuffle Kabinet...
Jejak Reshuffle Kabinet Era Jokowi-Ma'ruf Amin
Staf Khusus Presiden...
Staf Khusus Presiden Surati Camat, Natalius Pigai: Ada Vandalisme Moral
Jokowi Harus Respons...
Jokowi Harus Respons Soal Perombakan Kabinet di Tengah Pandemi Corona
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Inilah 5 Fakta Tapera,...
Inilah 5 Fakta Tapera, Program Pemerintah yang Tuai Polemik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved