Ditetapkan Tersangka, Menpora Siap Memberikan Jawaban Sebenarnya

loading...
Ditetapkan Tersangka, Menpora Siap Memberikan Jawaban Sebenarnya
Ditetapkan Tersangka, Menpora Siap Memberikan Jawaban Sebenarnya
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi tadi malam memberikan penjelasan kepada pers terkait statusnya yang kini ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Imam mengatakan, sebagai warga negara yang baik, dirinya siap mengikuti semua proses hukum.

Meski demikian, dia berharap asas praduga tak bersalah pun harus dijunjung tinggi sebelum ada putusan dari pengadilan. Dirinya siap memberikan penjelasan yang terang di pengadilan dan membuktikan atas ketidakterlibatannya dalam kasus ini, seperti yang disangkakan oleh KPK. "Tentunya saya sebagai warga negara punya hak juga untuk memberikan jawaban yang sebenarnya, agar proses hukum ini bisa berjalan dengan baik, dengan lancar," kata Imam.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan siap memberikan bantuan hukum terhadap Imam Nahrawi. Sekjen PKB M Hasanuddin Wahid mengatakan pihaknya menghormati putusan KPK atas penetapan Menpora yang merupakan kader PKB sebagai tersangka. Namun, pihaknya mengajak semua pihak untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam kasus ini.

Di sisi lain, PKB juga siap memberikan advokasi atau pendampingan hukum terhadap Imam. "Kami menghormati keputusan KPK dan kami minta untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah. Kami juga siap memberikan advokasi atau pendampingan hukum," ujar Hasan.



Hasan mengatakan, pihaknya masih akan meminta konfirmasi langsung (tabayyun) kepada Imam Nahrawi atas kasus yang dialaminya. Selain itu, DPP PKB juga akan melakukan rapat dan kajian mendalam untuk menentukan langkah-langkah berikutnya setelah ditetapkannya Imam Nahrawi sebagai tersangka.

Pernyataan senada disampaikan Ketua DPP PKB Bidang Informasi dan Komunikasi Ahmad Iman. "PKB menghormati proses hukum yang berjalan di KPK. Namun, tentu asas praduga tak bersalah tetap kita kedepankan. Kami juga akan menyiapkan pendampingan atas Pak Imam Nahrawi, termasuk tabayyun dengan yang bersangkutan," jelasnya.

Kemarin, KPK resmi mengumumkan status Menpora Imam Nahrawi sebagai tersangka penerima suap persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Bersama eks asisten pribadinya, Miftahul Ulum, Menpora diduga menerima uang suap atau gratifikasi dengan total Rp26,5 miliar.



Imam menjadi menteri kedua pada era pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla yang terseret kasus korupsi. Sebelumnya Menteri Sosial Idrus Marham, juga mengundurkan diri dari Kabinet Kerja gara-gara tersangkut pada korupsi proyek PLTU Riau-1.
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top