Ada Peran BG di Pertemuan Jokowi Bersama Sejumlah Tokoh Papua
Selasa, 17 September 2019 - 12:08 WIB
Ada Peran BG di Pertemuan Jokowi Bersama Sejumlah Tokoh Papua
A
A
A
JAKARTA - Pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama 61 tokoh Papua untuk menyelesaikan masalah di daerah tersebut, mendapat apresiasi. Karena dinilai pertemuan ini atas peran Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan.
"Kita yakini daftar permintaan ini muncul sudah terlebih dahulu melalui perhitungan risiko dan skala ancaman yang berasal dari dari analisis intelijen," kata pengamat politik, Ireng Maulana, Selasa (17/9/2019).
Pria lulusan Master of Art in Political Science dari Lowa State University, Iowa (IA), Amerika Serikat ini mengungkapkan, intelijen sebagai proses yang berbeda karena kehadiran Kepala BIN dalam pertemuan tersebut.
"Di mana biasanya pemerintah dapat memposisikan pejabat lain untuk mendampingi Presiden. Kehadiran langsung Kepala BIN dalam pertemuan ini dapat pula diartikan sebagai bantahan kecemasan banyak pihak bahwa pendekatan penyelesaian kerusuhan yang terindikasi ditunggangi kelompok pemberontak ingin diselesaikan melalui jalan konsolidasi," jelas Ireng.
Ditegaskan Ireng, kehadiran Budi Gunawan bukan hanya sebagai jembatan penghubung melainkan mengkonfirmasi beberapa hal antara lain. Pertama keputusan presiden sebagai respons dari permintaan 61 tokoh papua adalah keputusan yang didasari dari produk analisa intelijen yang memberikan wawasan memadai dalam pengambilan keputusan.
"Kedua produksi informasi intelijen memberikan kepastian dalam pertimbangan dan rekomendasi kepada presiden untuk membuat keputusan yang selalu bertujuan pengamanan penyelenggaraan pemerintah," tuturnya.
"Terakhir menegasikan bahwa, hubungan antara intelijen dan pembuatan keputusan adalah kunci dalam konteks kemampuan mengamankan kepentingan negara. Karena intelijen harus bersifat akurat untuk memelihara pembuatan keputusan yang valid," sambungnya.
Maka dari itu lanjut Ireng, kehadiran Kepala BIN secara terang-terangan dalam pertemuan ini sebagai salah satu sikap yang baik dan konstruktif, serta layak mendapatkan apresiasi.
Karena menurutnya, telah memperlihatkan wajah organisasi telik sandi ke muka publik dengan tindakan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Tindakan yang relevan untuk mem-back up pemimpin negara dalam memformulasikan kebijakan yang menyangkut kepentingan negara sehingga kepastian keputusan dapat dilindungi," pungkasnya.
"Kita yakini daftar permintaan ini muncul sudah terlebih dahulu melalui perhitungan risiko dan skala ancaman yang berasal dari dari analisis intelijen," kata pengamat politik, Ireng Maulana, Selasa (17/9/2019).
Pria lulusan Master of Art in Political Science dari Lowa State University, Iowa (IA), Amerika Serikat ini mengungkapkan, intelijen sebagai proses yang berbeda karena kehadiran Kepala BIN dalam pertemuan tersebut.
"Di mana biasanya pemerintah dapat memposisikan pejabat lain untuk mendampingi Presiden. Kehadiran langsung Kepala BIN dalam pertemuan ini dapat pula diartikan sebagai bantahan kecemasan banyak pihak bahwa pendekatan penyelesaian kerusuhan yang terindikasi ditunggangi kelompok pemberontak ingin diselesaikan melalui jalan konsolidasi," jelas Ireng.
Ditegaskan Ireng, kehadiran Budi Gunawan bukan hanya sebagai jembatan penghubung melainkan mengkonfirmasi beberapa hal antara lain. Pertama keputusan presiden sebagai respons dari permintaan 61 tokoh papua adalah keputusan yang didasari dari produk analisa intelijen yang memberikan wawasan memadai dalam pengambilan keputusan.
"Kedua produksi informasi intelijen memberikan kepastian dalam pertimbangan dan rekomendasi kepada presiden untuk membuat keputusan yang selalu bertujuan pengamanan penyelenggaraan pemerintah," tuturnya.
"Terakhir menegasikan bahwa, hubungan antara intelijen dan pembuatan keputusan adalah kunci dalam konteks kemampuan mengamankan kepentingan negara. Karena intelijen harus bersifat akurat untuk memelihara pembuatan keputusan yang valid," sambungnya.
Maka dari itu lanjut Ireng, kehadiran Kepala BIN secara terang-terangan dalam pertemuan ini sebagai salah satu sikap yang baik dan konstruktif, serta layak mendapatkan apresiasi.
Karena menurutnya, telah memperlihatkan wajah organisasi telik sandi ke muka publik dengan tindakan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Tindakan yang relevan untuk mem-back up pemimpin negara dalam memformulasikan kebijakan yang menyangkut kepentingan negara sehingga kepastian keputusan dapat dilindungi," pungkasnya.
(maf)