Selain Transparansi Anggaran, MPR Minim Kreasi Sosialisasi 4 Pilar

Minggu, 08 September 2019 - 22:01 WIB
Selain Transparansi...
Selain Transparansi Anggaran, MPR Minim Kreasi Sosialisasi 4 Pilar
A A A
JAKARTA - Meski tak lagi jadi lembaga negara tertinggi, MPR masih menjadi sorotan publik khususnya setelah fraksi-fraksi di DPR memperebutkan 5 posisi Pimpinan MPR untuk periode 2019-2024 mendatang, hingga muncul rencana menambah jumlah Pimpinan MPR menjadi 10.

Menurut Indonesia Parliementary Center (IPC), MPR sangat jarang mempublikasi anggaran dan kinerjanya. Selain itu, agenda utama Sosialisasi 4 Pilar MPR juga minim kreasi sehingga cenderung monoton dan tidak menarik masyarakat.

"Sepanjang MPR sendiri tidak meningkatkan perannya, maka publik akan melihat MPR tak ubahnya seperti lembaga negara lain yang melaksankan kegiatan sosialisasi. Tidak ada yang menarik, kecuali dari sisi penggunaan anggaran dan capaian kinerja," kata Koordinator Indonesja Parliamentary Center (IPC) Ahmad Hanafi kepada SINDOnews di Jakarta, Minggu (8/9/2019).

Hanafi juga mengkritisi minimnya publikasi MPR terkait dengan penggunaan anggaran serta capaian kinerjanya. Bahkan, MPR berada di bawa DPR dan DPD yang juga masih kurang dari segi transparansi.

"Saat ini tingkat keaktifan MPR dalam hal publikasi data dan informasi masih kurang dibandingkan DPR atau DPD," ucap Hanafi.

Kemudian lanjut dia, MPR perlu meningkatkan inovasi dalam melaksanakan Sosialisasi 4 Pilar kebangsaan yang merupakan agenda utama MPR. "Jangan sampai kalah dengan inisiatif masyarakat yang mulai banyak membuat konten kreatif tentang kebhinekaan," tukasnya.

Menurut Hanafi, perlu juga diintegrasikan agenda kerja MPR dengan DPR dan DPD terutama, dalam konteks penjangkauan konstituen di dapil. Seharusnya, ketiga lembaga itu bisa saling mendukung satu sama lain.

"Kalau ini bisa diintegrasikan, maka tidak perlu turun dapil dua kali, sekali sebagai Anggota DPR atau DPD, sekali sebagai Anggota MPR. Pemborosan," tegasnya.

Selain itu, ia menambahkan, perlu didudukkan kembali sebagai lembaga joint session antara DPR dan DPD. Pasalnya, banyak agenda legislasi, pengawasan dan penganggaran kedua lembaga tersebut yang saling berkaitan. Dalam hal ini, MPR bisa memfasilitasi kedua lembaga itu.

"Sebagai contoh, persoalan Papua membutuhkan intervensi tidak hanya dari eksekutif, tetapi juga lembaga di legislatif sebagai representasi masyarakat di sana. Dalam situasi sebagaimana yang berkembang saat ini, MPR seharusnya mampu mengambil bagian untuk meningkatkan representasi masyarakat Papua secara substansial dengan mengkonsolidasikan DPR dan DPD," urainya.
(maf)
Berita Terkait
Ketua MPR Sebut Usulan...
Ketua MPR Sebut Usulan Utusan Golongan Patut Dipertimbangkan
Pandemi, Sidang Tahunan...
Pandemi, Sidang Tahunan MPR Tetap Digelar dan Hanya Dihadiri 57 Orang
Pimpinan MPR: Perppu...
Pimpinan MPR: Perppu 1/2020 Sebaiknya Ditolak DPR
MPR Disarankan Segera...
MPR Disarankan Segera Lantik Wakil Ketua Baru
Daftar Ketua MPR Era...
Daftar Ketua MPR Era Reformasi, Nomor 4 Mantan Ajudan Bung Karno
Susunan Pimpinan MPR...
Susunan Pimpinan MPR 2024-2029 Bakal Dilantik Hari Ini, Ini Bocorannya
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved