Kaltim Dinilai Penuhi Beragam Aspek sebagai Ibu Kota
Rabu, 28 Agustus 2019 - 12:04 WIB
Kaltim Dinilai Penuhi Beragam Aspek sebagai Ibu Kota
A
A
A
JAKARTA - Publik mungkin bertanya alasan pemerintah memilih Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai lokasi ibu kota baru. Peneliti Pembangunan Daerah dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syarif Hidayat menjelaskan bahwa Kaltim memenuhi beragam aspek yang dibutuhkan sebagai ibu kota, baik aspek ekonomi, sosial, politik, budaya, pemerintah daerah (pemda) dan kondisi alam.
“Kalau kita lihat dr geopolitis dan geostrategis posisi kalimantan ada di tengah di antara pulau-pulau yang ada di Indonesia, cukup tepat dipilih. Kondisi kontur alam di Kaltim lebih sedikit lahan gambut, tersedia juga lahan yang kebih luas,” kata Syarif saat dihubungi Sindonews, Rabu (28/8/2019).
Syarif memaparkan, infrastruktur yang dibangun di Kaltim juga cukup baik apalagi Balikpapan. Bahkanb, Balikpapan sudah masuk kota sedang, bahkan maju karena Balikpapan merupakan kota pertambangan penghasil minyak. Kalau melihat Bontang pun sudah seperti Singapura.
“Meskipun bukan daerah yang dijadikan ibu kota, tapi itu bagian lingkungan ibu kota,” terangnya.
Dari kondisi sosial budaya, lanjut Syarif, Kaltim dinilai relatif lebih heterogen karena didominasi suku melayu, terutama dari Kalimantan Selatan, banyak masyarakat pedagang dari Banjar di sana. Banyak juga pendatang dari daerah lain seperti Bugis dan Kaltim menjadi tujuan transmigrasi di masa kepemimpinan Presiden Soeharto bahkan, di sana ada Bukit Soeharto.
“Jadi dari segi masyarakat m sangat heterogen, mudah terjadi akulturasi budaya,” imbuh Syarif.
Selain itu, ia menambahkan, Kaltim juga dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam (SDA) dengan jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup tinggi sehingga mampu membangun infrastruktur secara mandiri. Pemda di Kaltim pun bisa mengemban peranan sebagai ibu kota.
“Pemda cukup mumpuni untuk menjalankan peran sebagai ibu kota,” ujar Syarif.
“Kalau kita lihat dr geopolitis dan geostrategis posisi kalimantan ada di tengah di antara pulau-pulau yang ada di Indonesia, cukup tepat dipilih. Kondisi kontur alam di Kaltim lebih sedikit lahan gambut, tersedia juga lahan yang kebih luas,” kata Syarif saat dihubungi Sindonews, Rabu (28/8/2019).
Syarif memaparkan, infrastruktur yang dibangun di Kaltim juga cukup baik apalagi Balikpapan. Bahkanb, Balikpapan sudah masuk kota sedang, bahkan maju karena Balikpapan merupakan kota pertambangan penghasil minyak. Kalau melihat Bontang pun sudah seperti Singapura.
“Meskipun bukan daerah yang dijadikan ibu kota, tapi itu bagian lingkungan ibu kota,” terangnya.
Dari kondisi sosial budaya, lanjut Syarif, Kaltim dinilai relatif lebih heterogen karena didominasi suku melayu, terutama dari Kalimantan Selatan, banyak masyarakat pedagang dari Banjar di sana. Banyak juga pendatang dari daerah lain seperti Bugis dan Kaltim menjadi tujuan transmigrasi di masa kepemimpinan Presiden Soeharto bahkan, di sana ada Bukit Soeharto.
“Jadi dari segi masyarakat m sangat heterogen, mudah terjadi akulturasi budaya,” imbuh Syarif.
Selain itu, ia menambahkan, Kaltim juga dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam (SDA) dengan jumlah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup tinggi sehingga mampu membangun infrastruktur secara mandiri. Pemda di Kaltim pun bisa mengemban peranan sebagai ibu kota.
“Pemda cukup mumpuni untuk menjalankan peran sebagai ibu kota,” ujar Syarif.
(pur)