Pindah Ibu Kota Dinilai Cukup Kantor Pemerintahan Saja

Rabu, 21 Agustus 2019 - 13:23 WIB
Pindah Ibu Kota Dinilai...
Pindah Ibu Kota Dinilai Cukup Kantor Pemerintahan Saja
A A A
JAKARTA - Rencana pemindahan ibu kota oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) ditanggapi beragam oleh sejumlah pihak. Wakil Ketua DPR Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Fahri Hamzah menilai, pemindahan ibu kota itu tidak perlu karena, membutuhkan proses panjang dan sejarah DKI Jakarta sebagai ibu kota sudah sangat membekas

Fahri menyarankan, agar sebaiknya pemerintah cukup memindahkan kantor pemerintahan saja di daerah yang dekat dengan DKI. "Ya (pemindahan ibu kota) harus berupa undang-undang. Tapi undang-undang yang harus diubah kan banyak, ada puluhan undang-undang yang harus diubah gara-gara ini," kata Fahri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

"Dan itu harus di bawa ke DPR, bawa naskah akademiknya, nanti DPR-nya menyosialisasikan ke masyarakat. Masyarakat terima atau nggak, manggil para pakar dan sebagainya. Ini panjang ceritanya. Makannya sebenrnya nyaris itu perpindahan ibu kota itu tidak masuk akal," sambungnya.

(Baca juga: Banggar DPR Yakin Pembangunan Ibu Kota Selesai dalam 5 Tahun)

Fahri mengusulkan agar sebaiknya jangan pindah ibu kota tapi, cukup pindahkan kantor-kantor pemerintahan saja. Dulu, Presiden Soeharto pernah berencana untuk memindahkan kantor pemerintahan ke Jonggol, dan yang pindah bukan Istana Negara atau Gedung DPR karena ini merupakan simbol.

Untuk itu kata dia, yang dipindahkan kantor pemerintahan saja, dan yang dipindahkan itu kantor yang paling banyak didatangi pejabat daerah seperti Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Kemendagrinya aja dipindahin kemana begitu supaya orang jangan datang ke Jakarta. Ya itu bisa. Itu sih bukan mindahkan ibu kota namanya, mindahin kantor doang. Jadi yang diperlukan ini mindahin kantor, bukan mindahin ibu kota," tegas Fahri.

Menurut Fahri, pemerintah jangan salah cara berpikirnya. Karena, di dalam ibu kota ada konsepsi bangsa yang hidup di dalamnya, dan itu hidup dalam imajinasi rakyatnya. Gambaran Jakarta selama ini sudah dijadikan ke dalam banyak bentuk sastra dan itu sulit dihilangkan.

"Jakarta sebagai Ibu Kota itu sudah jadi puisi, sudah jadi lagu, sudah jadi novel, sudah jadi macam-macam enggak bisa dihilangkan," ucapnya.
(maf)
Berita Terkait
Denny JA Sebut Memindahkan...
Denny JA Sebut Memindahkan Ibu Kota Perlu Pemimpin yang Berani
6 Negara yang Gagal...
6 Negara yang Gagal Memindahkan Ibu Kota Negaranya
Ibu Kota Baru Dinilai...
Ibu Kota Baru Dinilai Harus Benar-benar Perhatikan Politik-Ekonomi
Pemuda Sulsel Didorong...
Pemuda Sulsel Didorong Berperan dalam Pembangunan Ibu Kota Baru Nusantara
Pemindahan Ibu Kota...
Pemindahan Ibu Kota Negara Bisa Berakhir Gagal, 3 Negara Ini Merasakannya
Catat! Ini 4 Tahapan...
Catat! Ini 4 Tahapan Pemindahan Ibu Kota Indonesia
Berita Terkini
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved