Kantor Polisi Diteror, Polri Evaluasi Sistem Keamanan Polsek hingga Polda

Minggu, 18 Agustus 2019 - 19:33 WIB
Kantor Polisi Diteror,...
Kantor Polisi Diteror, Polri Evaluasi Sistem Keamanan Polsek hingga Polda
A A A
JAKARTA - Polri segera melakukan evaluasi sistem keamanan di seluruh kantor kepolisian mulai tingkat polsek hingga polda.

Evaluasi dilakukan menyusul adanya penyerangan Mapolsek Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur oleh tersangka pelaku teror pada Sabtu 17 Agustus 2019 petang, bertepatan dengan peringatan HUT ke-74 Republik Indonesia.

"Kita evaluasi terhadap sistem keamanan di seluruh polres dan polsek, termasuk polda. Sebab, sebelumnya Polda Riau juga pernah diserang," ujar Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian ditemui saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-69 Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) di Jakarta, Minggu (18/8/2019).

Tito mengatakan, Polri juga langsung mengusut kemungkinan adanya jaringan dari tersangka teror berinisial IM (30). "Kalau memang ada jaringan maka semua jaringannya harus ditangkap," katanya. (Baca Juga: Aksi Teror Serang Polsek Wonokromo di Hari Kemerdekaan )

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (UU Antiterorisme), kata dia, Polri memberikan kewenangan cukup besar kepada penegak hukum dan negara untuk menangani jaringan terorisme.

"Kita akan kembangkan terus, kita akan tangkap siapa pun yang terlibat," tuturnya.

Sejauh ini, kata Kapolri, tersangka aksi teror berinisial IM, diketahui terpapar paham radikal akibat informasi yang didapatkannya dari internet. Kapolri menyebut tersangka mengalami self radicalism atau radikalisasi diri sendiri lewat online.

"Sementara info yang saya dapatkan dari Densus 88 maupun Polda Jatim, tersangka mengalami self radicalism, radikalisasi diri sendiri karena melihat online, dari gadget, internet. Ada ikuti kajian- kajian yg membuat dia akhirnya muncul pemahaman, interpretasi jihad versi dia, jihad kekerasan," tuturnya.

Dia mengatakan, setelah mendapatkan pemahaman mengenai jihad, tersangka kemudian berusaha untuk mencari sasaran dan menjadikan kepolisian sebagai target.

"Polisi dianggap thogut karena bagi mereka, polisi selain thogut dianggap kafir harbi karena sering melakukan penegakan hukum kepada mereka sehingga bagi dia, melakukan serangan kepada kepolisian bisa dapat pahala menurut versi yang bersangkutan," tuturnya.

Polisi lantas bergerak cepat melumpuhkan pelaku dengan ditembak di tempat. "Sekarang yang bersangkutan ditembak di tempat, tapi tidak di bagian mematikan," katanya.

Sementara itu, Aiptu Agus Sumarsono, petugas piket di Mapolsek Wonokromo, yang mengalami serangan oleh tersangka teror berinisial IM pada Sabtu 17 Agustus 2019 petang, langsung mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari Polri.

"Saya sudah menyampaikan untuk berikan kenaikan pangkat luar biasa kepada anggota terluka," ujar Kapolri.
(dam)
Berita Terkait
Cegah Aksi Terorisme,...
Cegah Aksi Terorisme, Ini yang Dilakukan Polri
Aksi Terorisme Mabes...
Aksi Terorisme Mabes Polri, Presiden : Tingkatkan Kewaspadaan
Presiden Jokowi Ajak...
Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Bersatu Lawan Terorisme
Gerak Cepat Densus 88...
Gerak Cepat Densus 88 Antiteror Polri Tangani Terorisme Diapresiasi
Polri Waspadai Ancaman...
Polri Waspadai Ancaman Teror pada Pemilu 2024
Polri Telusuri Dugaan...
Polri Telusuri Dugaan Hasil Donasi ACT Disalahgunakan untuk Aktivitas Terlarang
Berita Terkini
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved