Buka Kongres, Wapres Minta Pancasila Dibahas Sederhana

Kamis, 15 Agustus 2019 - 14:56 WIB
Buka Kongres, Wapres...
Buka Kongres, Wapres Minta Pancasila Dibahas Sederhana
A A A
YOGYAKARTA - Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengadakan Kongres Pancasila bertajuk "Aktualisasi Pancasila dalam Merajut Kembali Persatuan Bangsa" di Balai Senat, kampus setempat, Kamis-Jumat (15-8/2019).

Dalam Kongres ini, akan dipresentasikan 141 abstrak call for papers dari para peserta kongres. Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menjadi pembicara kunci sekaligus membuka kegiatan tersebut. Kongres Pancasila tahun 2019 merupakan yang ke 11 dan baru pertama kali dihadiri wapres.

JK dalam pidatonya, meminta agar dalam pembahasan Pancasila dilakukan secara sederhana. Sebab jika dilakukan secara rumit justru menimbulkan kebingungan. Sebaliknya jika dibahas secara sederhana orang akan paham.

"Semakin sederhana pembahasan Pancasila, semakin orang bisa paham. Semakin orang paham, maka Pancasila semakin bisa dihayati," kata JK, Kamis (15/8/2019).

Menurut JK, Pancasila bukan sekadar slogan atau filsafat, tapi merupakan pondasi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus bisa dimengerti dan dihidupi, tidak hanya dihafalkan.

Untuk itu kata dia, penghayatan Pancasila dalam kehidupan masyarakat menjadi hal yang lebih penting dibandingkan penguraian Pancasila secara ilmiah yang justru menimbulkan berbagai penafsiran yang berbeda.

"Pancasila sebenarnya sangat sederhana dan tegas, tapi dalam penafsiran dan pelaksanaannya kadang berbeda-beda, tergantung siapa yang menafsirkan dan melaksanakannya," terangnya.

Untuk itu JK berpesan, agar para pembicara dan peserta dapat melakukan diskusi yang menghasilkan pikiran-pikiran yang dapat dipahami oleh segenap masyarakat.

"Semoga Kongres ini menghasilkan sesuatu yang sederhana, mudah dipahami, mudah dihayati, dan mudah diukur," harapnya.

Sedangkan Rektor UGM, Panut Mulyono mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk penegasan tanggung jawab segenap elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Penegasan ini penting, terutama dalam konteks masyarakat yang beberapa waktu terakhir sempat diwarnai oleh rivalitas tensi tinggi dan ancaman perpecahan, serta kegaduhan yang bersumber dari berita-berita hoaks dan provokatif.

"Untuk itu, ketika bangsa ini menghadapi problema atau kebuntuan, kembali ke sumber, Pancasila. Sebab kunci keberhasilan membina persatuan tergantung diri kita sendiri dan Pancasila menjadi penting dalam usaha kita semua itu," jelasnya.
(maf)
Berita Terkait
Kunjungi Dumai, Wakil...
Kunjungi Dumai, Wakil Kepala BPIP Tinjau Kesiapan Peringatan Harlah Pancasila
Pancasila, Pendidikan...
Pancasila, Pendidikan dan Indoktrinasi
Hari Kesaktian Pancasila:...
Hari Kesaktian Pancasila: Pengukuhan Ideologi Negara
Presiden Prabowo: Pancasila...
Presiden Prabowo: Pancasila Jangan Hanya Jadi Mantra dan Slogan
Bulan Pancasila, BPIP...
Bulan Pancasila, BPIP Gelar Upacara Hingga Lomba
Presiden Tegaskan Kedudukan...
Presiden Tegaskan Kedudukan Pancasila sebagai Paradigma IPTEK
Berita Terkini
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Mendagri Apresiasi 10...
Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII dari Beragam Latar Belakang
Apresiasi Penunjukan...
Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, Amos Simanjuntak: Pilihan Tepat
Perludem Usulkan MMP,...
Perludem Usulkan MMP, Partai Perindo Sebut Jadi Alternatif Solutif Reformasi Pemilu
Kepala BGN Sudaryono:...
Kepala BGN Sudaryono: Kami Bukan Superman, Siap Terima Masukan
Dirjen Imigrasi Sebut...
Dirjen Imigrasi Sebut Pencekalan Febrie Adriansyah Masih Berlaku
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved