KORAN SINDO-SINDOnews Gelar Talkshow Bahas Kemandirian Badan Halal

Rabu, 14 Agustus 2019 - 15:16 WIB
KORAN SINDO-SINDOnews...
KORAN SINDO-SINDOnews Gelar Talkshow Bahas Kemandirian Badan Halal
A A A
JAKARTA - Sebagai komitmen untuk memberikan informasi kepada masyarakat, KORAN SINDO dan SINDOnews.com menggelar talkshow bertajuk Urgensi Kemandirian Badan Halal.

Talkshow digelar di Auditorium Gedung SINDO, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019).

Acara ini menghadirkan Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch Ikhsan Abdullah, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lukmanul Hakim, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia Adhi S Lukman sebagai narasumber.

Saat ini Indonesia negara terbesar dengan mayoritas penduduk beragama muslim mencapai 87% dari 260 juta jiwa. Namun untuk perkembangan industri halal, Indonesia masih di bawah rata-rata negara lain. Berdasarkan data Global Islamic Economy 2018/2019, Indonesia menghabiskan 170 miliar dolar Amerika untuk produk makanan halal.

Berdasarkan data tersebut, Indonesia berada pada posisi pertama dari 10 negara dengan jumlah pengeluaran makanan halal terbesar di dunia. Itu artinya Indonesia adalah negara dengan pasar terbesar untuk industri halal.

"Sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar, persoalan industri halal belum bagus. Padahal negara lain sudah mulai mengkampanyekan industri halal," kata Pemimpin Redaksi KORAN SINDO dan SINDOnews, Djaka Susila dalam sambutannya.

Melalui talkshow bertajuk Urgensi Kemandirian Badan Halal, KORAN SINDO dan SINDOnews mendorong industri halal di Indonesia dapat dikelola dengan baik. Bahkan menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.

"Diharapkan dari diskusi ini didapat hasil yang baik terkait kemandirian badan halal," tutur Djaka.
KORAN SINDO-SINDOnews Gelar Talkshow Bahas Kemandirian Badan Halal

Menurut dia, pemerintah sebagai institusi yang mengurus negara perlu menjamin setiap pemeluk agama untuk beribadah dan menjalankan ajaran agamanya seperti memberikan perlindungan dan jaminan tentang kehalalan produk yang dikonsumsi dan digunakan masyarakat.

Dalam hal ini, kata dia, pemerintah perlu memiliki lembaga yang khusus untuk mengurusi Industri Halal agar industri ini tumbuh dan menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.
(dam)
Berita Terkait
Syarat Mendaftarkan...
Syarat Mendaftarkan Sertifikasi Halal, Lengkap dengan Biaya yang Harus Disiapkan
Kewajiban Sertifikasi,...
Kewajiban Sertifikasi, BPJPH: Harus Cantumkan Keterangan Tidak Halal
Kepala BPJPH: Produk...
Kepala BPJPH: Produk Luar Negeri Wajib Memiliki Sertifikasi Halal
Tepis Klaim Mahalnya...
Tepis Klaim Mahalnya Sertifikasi Halal, Kepala BPJPH Buka-bukaan Soal Biayanya
Dipegang Kemenag, Biaya...
Dipegang Kemenag, Biaya Sertifikasi Halal Mulai dari Rp0 hingga Rp21 Juta
Penerbitan Sertifikasi...
Penerbitan Sertifikasi Halal Ribet, Banyak UMKM Bikin Logo Sendiri
Berita Terkini
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung Tetapkan Penyedia...
Kejagung Tetapkan Penyedia Motor Listrik MBG Andri Mulyono Jadi Tersangka
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
Infografis
Driver Online Gelar...
Driver Online Gelar Aksi Mogok Massal se-Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved