Kehadiran Gerindra Bikin Posisi Tawar Demokrat Makin Melemah

Selasa, 13 Agustus 2019 - 12:22 WIB
Kehadiran Gerindra Bikin...
Kehadiran Gerindra Bikin Posisi Tawar Demokrat Makin Melemah
A A A
JAKARTA - Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti menilai keinginan Partai Demokrat untuk bergabung dengan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) atau Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin sudah terbaca sejak pemilu selesai.

Sehingga kata Ray, tak mengherankan jika saat ini partai yang dipimpin Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu memutuskan bergabung ke pemerintahan. Kunjungan putra sekaligus Komandan Kogasma Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kepada Presiden Jokowi selepas Pilpres 2019 adalah langkah awalnya.

"Hanya saja, manuver Partai Demokrat itu agak terputus disebabkan adanya musibah atas keluarga Pak SBY. Langkah politik dihentikan sementara untuk menghormati masa berkabung keluarga Pak SBY," ujar Ray saat dihubungi SINDOnews, Selasa (13/8/2019).

Menurut Ray, sejalan dengan kondisi tersebut, isu politik mengayun ke pertemuan antara Jokowi dengan mantan Capres yang juga Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang langsung ditindaklanjuti dengan kunjungan Prabowo ke Teuku Umar bertemu Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dan terakhir Prabowo hadir di Kongres PDIP di Bali.

"Kiprah Partai Demokrat seperti terlupakan," kata Pengamat Politik asal UIN Jakarta ini.

Ray menilai, ada masalah tersendiri yang tengah dihadapi Demokrat jika serius bergabung ke Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Menurut dia, masalah itu jika Demokrat tak membuat gebrakan maka akan semakin terlupakan.

"Maka langkah Partai Demokrat mengumumkan ikut bergabung dengan KIK salah satu cara menaikkan kembali perbincangan soal Partai Demokrat. Sekaligus langkah ini mendahului posisi Gerindra yang makin condong bergabung ke KIK," jelasnya.

Dilanjutkan Ray, apakah suasananya sama saat awal-awal selesainya Pilpres 2019? Jawabannya tidak. Ray menilai jelas posisi tawar Partai Demokrat makin melemah.

"Lebih lagi jika benar Gerindra akhirnya gabung ke KIK. Bisa jadi posisi Partai Demokrat makin tidak dihajatkan," tandasnya.

Oleh karena itu sekalipun Partai Demokrat menyatakan akhirnya bergabung dengan KIK, namun nampaknya tidak akan ada posisi penting yang didapatkan oleh Partai Demokrat.

"Hanya saja, upaya menjadikan Partai Demokrat untuk kiranya dapat berkibar lima tahun ke depan, bisa saja dapat diraih dari posisi yang sekalipun tidak penting tapi punya nilai strategis dalam berkomunikasi politik terhadap publik. Tentu, posisi ini sedikit banyak akan dapat membantu Partai Demokrat pada pemilu yang akan datang," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Reshuffle Kabinet, Partai...
Reshuffle Kabinet, Partai Demokrat: Kami Tidak Akan Mencampurinya
Partai Demokrat Minta...
Partai Demokrat Minta Penanganan Wabah Corona Tidak Politis
Isu Reshuffle Kabinet,...
Isu Reshuffle Kabinet, Ini Arahan AHY dan Sikap Partai Demokrat
Jokowi dan Maruf Amin...
Jokowi dan Ma'ruf Amin Hadiri Apel Kader Partai Gerindra
Survei: 67,8% Publik...
Survei: 67,8% Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Berita Terkini
Franka Franklin Bicara...
Franka Franklin Bicara tentang Integritas Nadiem
Ini 12 Lokasi Digeledah...
Ini 12 Lokasi Digeledah Polisi Terkait Kasus Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Ketua MPR Ungkap Ada...
Ketua MPR Ungkap Ada Ulama Ikut ke Iran: Saya Belum Tahu Namanya
AHY Siap Safari Politik:...
AHY Siap Safari Politik: Demokrat Ingin Bersahabat dengan Semuanya
Gandeng BPJPH, Partai...
Gandeng BPJPH, Partai Perindo Dorong UMKM Binaan Naik Kelas melalui Sertifikasi Halal
Polisi Sita Uang Hampir...
Polisi Sita Uang Hampir Rp60 M dari Kafe di Cipete
Infografis
10 Masakan Terbaik di...
10 Masakan Terbaik di Dunia, Makanan Indonesia Posisi 7
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved