Mitigasi Bencana Harus Sudah Diajarkan sejak di Sekolah Dasar

Rabu, 07 Agustus 2019 - 06:30 WIB
Mitigasi Bencana Harus...
Mitigasi Bencana Harus Sudah Diajarkan sejak di Sekolah Dasar
A A A
BEKASI - Wilayah Indonesia rawan akan potensi bencana, terutama bencana alam. Karena itu, mitigasi bencana sudah seharusnya diajarkan kepada masyarakat sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Hal inilah yang dilakukan di SD Malaka Jaya 05, Jakarta Timur.

Para siswa di sana mendapat sosialisasi, edukasi pertolongan pertama, dan antisipasi bencana, khususnya gempa dan kebakaran. Sosialisasi dilakukan agar murid-murid SD paham apa yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

Mereka bisa langsung melakukan upaya untuk menyelamatkan diri atau memberikan pertolongan pertama saat terjadi luka. “Minimal murid-murid SD ini paham, apa yang harus mereka lakukan jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” kata Staf PMR Jakarta Timur Suheri, saat acara Sosialisasi dan Edukasi Anak Siaga di SD Malaka Jaya 05, Jakarta Timur, baru-baru ini.

Pelatihan pertolongan pertama ini dilakukan secara langsung oleh siswa yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR) SD Malaka Jaya 05 kepada siswa lainnya. Tujuannya, supaya pendekatan materi yang disampaikan seperti pertolongan pertama dan pemahaman terhadap bencana lebih mudah dicerna.

"Kami memberi pelatihan kepada siswa yang tergabung dalam PMR, kemudian mereka menjadi trainer untuk teman-temannya,” tambah Suheri.

Suheri menambahkan, wilayah Indonesia merupakan jalur rawan gempa. Dengan pelatihan ini, anak-anak mendapat pengetahuan dan mampu menciptakan kondisi di mana siswa tidak akan panik jika terjadi bencana.

“Anak-anak PMR ini bisa menjadi leader bagi teman-temannya dibantu oleh guru kelas jika terjadi bencana. Kalau terjadi gempa mereka bisa mengajak temannya untuk berlindung di bawah meja, menghindari kaca, dan jika gempa sudah berhenti baru melakukan evakuasi,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Adhis, mengaku sangat pendukung acara sosialisasi dan edukasi terhadap bencana dan pertolongan pertama tersebut. Menurut dia, kejadian gempa bumi seperti yang terjadi di Banten bisa saja terjadi saat jam-jam sekolah.

Sehingga edukasi terhadap kebencanaan ini sangat berguna bagi anak-anak jika sewaktu-waktu kejadian serupa terjadi. “Gedung sekolah di Jakarta sekarang sudah sampai empat lantai. Jika terjadi gempa dan anak-anak sedang berada di lantai empat, mereka sudah diajarkan untuk tidak panik dan berlindung di bawah meja,” katanya.
(shf)
Berita Terkait
BNPB Dibentuk Tahun...
BNPB Dibentuk Tahun 2008, Begini Sejarahnya Sejak Awal Kemerdekaan
BNPB Sebut Sepanjang...
BNPB Sebut Sepanjang 2020 Sebanyak 1.724 Bencana Melanda Indonesia
BNPB Catat 1.663 Kejadian...
BNPB Catat 1.663 Kejadian Bencana Telah Melanda Indonesia Sepanjang 2020
Intensitas Bencana Meningkat,...
Intensitas Bencana Meningkat, BNPB: Tercatat 66 Kali Selama Sepekan
BNPB Ingatkan Masyarakat...
BNPB Ingatkan Masyarakat yang Tinggal di Daerah Rawan Bencana Waspada
BNPB: Periode Kering...
BNPB: Periode Kering Sangat Singkat, Bencana Hidrometeorologi Basah Mendominasi
Berita Terkini
Viral Surat Edaran Peningkatan...
Viral Surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan, Ini Penjelasan Kejagung
Dilaporkan Roy Suryo...
Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi, Lechumanan: Saya Kepengin Cepat Diperiksa
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Maruf Cahyono Gunakan...
Maruf Cahyono Gunakan Uang Gratifikasi untuk Renovasi Rumah dan Biayai Resepsi Pernikahan Anak
Yusril Minta Perpres...
Yusril Minta Perpres Pertahanan Negara Dipahami Utuh: Tidak Secara Khusus Berbicara mengenai LBGTQ
Menhut Siapkan Generasi...
Menhut Siapkan Generasi Baru Pemimpin Kehutanan melalui Penguatan SDM
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved