Jokowi Diyakini Bakal Beri Satu Kursi untuk Partai Non Parlemen
Kamis, 01 Agustus 2019 - 08:47 WIB
Jokowi Diyakini Bakal Beri Satu Kursi untuk Partai Non Parlemen
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago meyakini Jokowi sebagai Presiden terpilih akan memberikan jatah kursi menteri kabinet kepada partai politik koalisi yang tidak lolos ambang batas Parlemen atau partai non Parlemen.
"Dugaan saya pak Jokowi bakal mengasih 1 kursi menteri sebagai bentuk terima kasih," kata Pangi saat dihubungi SINDOnews, Kamis (1/8/2019).
Pangi menganggap, pasangan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin diyakini tak menutup mata terhadap kontribusi partai yang tak menempatkan kadernya di DPR. Kata dia, selain sama-sama berkeringat dengan partai yang lolos ke Parlemen, partai tersebut juga berhasil mengawal Jokowi dari isu politik identitas yang menguat selama Pilpres berlangsung.
Dengan demikian, Pangi menganggap wajar, partai-partai tersebut berhak dan sangat layak mendapatkan jatah kursi di kabinet pemerintahan Jokowi pada 5 tahun mendatang.
"Namun, bagaimana pun juga partai yang gak lolos ke parlemen agar tetap jaga etika politik, harus mengaca juga, tahu diri lah karena partai mereka tetap punya keuntungan walaupun, tidak bisa mengamankan Jokowi di parlemen," tutur Pangi.
Pangi menambahkan, paling tidak Partai non Parlemen bisa mengamankan dan memuluskan program Jokowi di daerah-daerah. "Jadi sepenuhnya ini kembali ke pak Jokowi yang punya hak prerogatif," ujarnya.
"Dugaan saya pak Jokowi bakal mengasih 1 kursi menteri sebagai bentuk terima kasih," kata Pangi saat dihubungi SINDOnews, Kamis (1/8/2019).
Pangi menganggap, pasangan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin diyakini tak menutup mata terhadap kontribusi partai yang tak menempatkan kadernya di DPR. Kata dia, selain sama-sama berkeringat dengan partai yang lolos ke Parlemen, partai tersebut juga berhasil mengawal Jokowi dari isu politik identitas yang menguat selama Pilpres berlangsung.
Dengan demikian, Pangi menganggap wajar, partai-partai tersebut berhak dan sangat layak mendapatkan jatah kursi di kabinet pemerintahan Jokowi pada 5 tahun mendatang.
"Namun, bagaimana pun juga partai yang gak lolos ke parlemen agar tetap jaga etika politik, harus mengaca juga, tahu diri lah karena partai mereka tetap punya keuntungan walaupun, tidak bisa mengamankan Jokowi di parlemen," tutur Pangi.
Pangi menambahkan, paling tidak Partai non Parlemen bisa mengamankan dan memuluskan program Jokowi di daerah-daerah. "Jadi sepenuhnya ini kembali ke pak Jokowi yang punya hak prerogatif," ujarnya.
(pur)