Pengamat: Salah Besar Pemilihan Pimpinan MPR lewat Voting

Selasa, 30 Juli 2019 - 00:57 WIB
Pengamat: Salah Besar...
Pengamat: Salah Besar Pemilihan Pimpinan MPR lewat Voting
A A A
JAKARTA - Pemilihan paket pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) akan dilakukan dengan sistem paket yang terdiri dari lima unsur pimpinan, yakni satu ketua dan empat wakil ketua.

Dari jumlah itu, satu di antaranya berasal dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan empat lainnya dari partai politik (parpol).

Sejauh ini sejumlah nama dari parpol sudah muncul sebagai kandidat ketua MPR. Di antaranya Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Partai Golkar yang memperoleh kursi terbanyak kedua setelah PDIP juga sudah menyiapkan lima nama di antaranya Bambang Soesatyo (Bamsoet), Azis Syamsuddin, Ridwan Hisjam, Zainuddin Amali, dan Muhidin.

Sementara Partai Nasdem memunculkan nama Lestari Moerdijat atau Rerie untuk kursi wakil ketua. Dari parpol oposisi, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasaan juga disebut pernah melobi Presiden Jokowi untuk kembali menduduki kursi ketua MPR yang sekarang dipegangnya.

Sementara pertemuan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memunculkan spekulasi adanya deal-deal politik, salah satunya kemungkinan Gerindra mengincar kursi Ketua MPR. Bahkan, PKS yang sudah jelas-jelas bakal menjadi oposisi pun tetap membuka kemungkinan untuk bersaing mendapatkan kursi unsur pimpinan MPR.

Karena itu, banyak pihak menyebut akan ada dua paket dalam pemilihan Ketua MPR. Jika ada dua paket atau lebih artinya proses pemilihan dilakukan dengan cara pemungutan suara terbanyak alias voting.

Pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta, Emrus Sihombing, mengatakan, sesuai dengan namanya Majelis Permusyawaratan Rakyat, maka seharusnya pemilihan pimpinan MPR dilakukan dengan cara musyawarah mufakat.

”Kalaupun ada paket ya paket itu dinegosiasikan menjadi satu. Kalau voting itu salah besar. Namanya juga permusyawaratan harusnya ya dilakukan dengan cara mustyawarah mufakat,” ujar Emrus Sihombing dalam Diskusi Empat Pilar MPR bertema “Rekomendasi Amandemen (Konstitusi) Terbatas Untuk Haluan Negara?" di Media Center DPR/MPR/DPD, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/7/2019).

Praktik voting dalam pemilihan ketua MPR periode 2014-2019 yang mendudukkan Zulkifli Hasan sebagai ketua merupakan kesalahan besar. Dalam Sidang Paripurna MPR yang dihadir 680 anggota DPR dan DPD saat itu, ada dua paket yang diajukan dalam rapat. Paket A yang diusung Koalisi Indonesia Hebat, mencalonkan Oesman Sapta sebagai Ketua MPR. Sementara empat calon wakil ketua MPR yaitu, Ahmad Basarah (PDIP), Imam Nachrowi (PKB), Patrice Rio Capella (Nasdem), dan Hasrul Azwar (PPP).

Sedangkan Paket B, yang diusung oleh Koalisi Merah Putih, mengusung Zulkifli Hasan (PAN) sebagai ketua MPR, bersama empat calon wakil ketua, yaitu Mahyudin (Golkar), E E Mangindaan (Demokrat), Hidayat Nur Wahid (PKS), dan Oesman Sapta Odang, perwakilan dari DPD.

Hasil pemungutan suara dimenangkan paket B yang memperoleh 347 suara sementara paket A yang diusung Koalisi Partai pendukung Jokowi JK memperoleh 330 suara. Satu suara lainnya abstain.
(cip)
Berita Terkait
Sidang Tahunan Jadi...
Sidang Tahunan Jadi Momentum Laporkan Kinerja Lembaga Negara
Bamsoet Harap UMKM Selamatkan...
Bamsoet Harap UMKM Selamatkan Indonesia dari Ancaman Resesi Ekonomi
PAN Gabung Koalisi Jokowi,...
PAN Gabung Koalisi Jokowi, Pengamat: Tidak Selalu Harus Masuk Kabinet
Setahun Jokowi-Maruf...
Setahun Jokowi-Ma'ruf Amin, Kemudahan Investasi Kian Membaik
Koalisi Aksi Menyelamatkan...
Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia sebagai Kontrol Pemerintah
Irma Suryani Mengaku...
Irma Suryani Mengaku Gagal Paham dengan Koalisi Selamatkan Indonesia
Berita Terkini
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Perindo Dukung Perpres...
Perindo Dukung Perpres Ojol Jadi Payung Penguatan UMKM Digital dan Kesejahteraan Pengemudi
Breaking News: Prabowo...
Breaking News: Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN
Hendardi Angkat Bicara...
Hendardi Angkat Bicara soal Pelibatan Babinsa TNI dalam Pengawasan Pajak
Jelang Dilantik sebagai...
Jelang Dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono Tiba di Istana Negara
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved