Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia sebagai Kontrol Pemerintah

Selasa, 04 Agustus 2020 - 12:44 WIB
loading...
Koalisi Aksi Menyelamatkan...
Sejumlah tokoh mengumumkan membentuk Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Minggu (2/8/2020) siang. Foto/SINDOnews/Raka Dwi Novianto
A A A
JAKARTA - Keberadaan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sebaiknya dilihat dari kacamata positif dalam iklim negara demokrasi. Kelompok ini diprediksi sulit menjadi gerakan besar dan mempengaruhi kebijakan pemerintah.

Pengamat politik Anang Sujoko menilai koalisi itu sebagai sebuah gerakan sadar berbangsa untuk menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang demokratis. KAMI harus dipandang sebagai kelompok kontrol terhadap jalannya pemerintahan.

Kemunculan koalisi masyarakat sipil yang dimotori Din Syamsuddin ini diduga akibat tidak berjalannya pengawasan oleh parlemen terhadap pemerintah. Seperti diketahui, kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mayoritas dikuasai koalisi pemerintahan. Hanya menyisakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN) di barisan oposisi.(Baca juga: Din Syamsuddin dkk Bentuk KAMI, Pemuda Muhammadiyah Ingatkan Hal Ini )

"(KAMI) Harus dipandang dalam jiwa kenegarawanan. Parlemen sudah tidak punya kekuatan. Bahkan sebagian besar parpol telah menjadi bagian motor penyelewengan nilai-nilai demokratis," katanya.

KAMI seperti oposisi di luar parlemen. Para tokoh yang tergabung di dalamnya, seperti Din Syamsuddin, Rocky Gerung, Refly Harun, dan Ahmad Yani, selama ini dikenal vokal mengkritik kebijakan pemerintah Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Namun, kekuatan politik dan massa, serta perangkat yang dimiliki KAMI tidak akan mampu mengimbangi koalisi pemerintah.

"Saya pesimis gerakan koalisi tersebut bisa berdampak sesuai harapan mereka. Namun, jika ormas dan parpol sadar akan adanya situasi yang dinilai (seperti) koalisi tersebut, bukan tidak mungkin gerakan ini akan menjadi kekuatan besar," paparnya.(Baca juga: Din Syamsuddin, Rocky Gerung dkk Bentuk Koalisi Selamatkan Indonesia )

KAMI perlu bekerja keras agar kritik-kritiknya bisa didengar dan mampu mengawal jalannya pemerintahan. "Sebenarnya pemerintah sudah dan bisa mendengar, tetapi tidak cukup kuat kemauan mereka untuk menanggapi secara positif. Karena permainan tersebut melibatkan orang-orang penting negeri ini," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Gulung Afrika Selatan 2-0
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved