Gelar Harlah ke-8, HPN Jalin Kerja Sama dengan KPPU

Sabtu, 20 Juli 2019 - 21:56 WIB
Gelar Harlah ke-8, HPN...
Gelar Harlah ke-8, HPN Jalin Kerja Sama dengan KPPU
A A A
JAKARTA - Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) menggelar acara Harlah ke-8 dan konsolidasi bersama pengurus daerah bertajuk "Sinergi Sumber Daya Komunitas Dengan Keunggulan Teknologi Digital Menggalang Arus Baru Ekonomi Indonesia". HPN merupakan wadah bagi pengusaha Nahdliyin untuk membangun soliditas dan loyalitas bagi para pengusaha.

Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) HPN, Abdul Kholik mengatakan perkembangan didunia digital menjadi tantangan tersendiri bagi pengusaha termasuk Nahdliyin untuk bisa bersaing. Maka dari itu para Nahdliyin dan pengusaha lainnya mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman.

"Tugas HPN tentu saja tidak akan bisa melawan kemajuan teknologi di bidang digital tapi kita akan mencoba mengambil satu langkah yang kita anggap perlu untuk memproteksi," ujar Kholik dalam konferensi pers, di Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7/2019).

Menurut Kholik, persoalan digital ekonomi kian pesat baik dari pengusaha swasta maupun pemerintah. Ia mencontohkan sistem e-Katalog yang kini diberlakukan pemerintah memiliki dampak yang positif dan negatif bagi pengusaha Nahdliyin.

Bisnis yang dikelola oleh pengusaha Nahdliyin, kata Kholik, mayoritas menengah ke bawah sehingga diperlukan cara untuk mengantisipasi pengusaha besar.

"Negatifnya para kontraktor kaum Nahdliyin di lapangan yang biasanya punya kesempatan untuk mengerjakan proyek di samping pengadaan barang juga pemasangan sekarang ini karena pengadaan barangnya di-take over oleh e-Katalog maka teman-teman di daerah para pengusaha itu hanya menikmati jasanya saja. Ini banyak berdampak pada pengusaha kecil menengah kita di daerah-daerah," jelasnya.

Begitu juga perkembangan teknologi usaha di bidang travel dan umrah yang belakangan ramai, di sisi lain usaha ini juga banyak ditekuni oleh pengusaha Nahdliyin. "Jadi kalau kita tidak mengambil sikap bagaimana membentengi para pengusaha Nahdliyin kita habis dari dunia bisnis di umrah dan travel," katanya.

Maka dari itu HPN menjalin kerja sama dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) guna mengantisipasi persaingan pengusaha yang besar dan yang kecil sehingga mendapat peluang yang sama.

"Kita juga harus mencari satu celah agar yang kecil ini juga dapat uang untuk hidup," tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
Selamat untuk Nahdlatul...
Selamat untuk Nahdlatul Ulama!
Jembatan Peradaban Nahdlatul...
Jembatan Peradaban Nahdlatul Ulama
Visi Nahdlatul Ulama...
Visi Nahdlatul Ulama Abad Kedua
Nahdlatul Ulama dan...
Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial
Kemesraan Muhammadiyah-Nahdlatul...
Kemesraan Muhammadiyah-Nahdlatul Ulama, Bagaimana Memahaminya?
Nahdlatul Ulama Akan...
Nahdlatul Ulama Akan Bangun Peradaban dari Lautan
Berita Terkini
10 Tahun Arbitrase Laut...
10 Tahun Arbitrase Laut China Selatan Tak Mempan, Saatnya Mulai Perundingan COC
Kebijakan Kemenhut Dinilai...
Kebijakan Kemenhut Dinilai Perkuat Posisi Indonesia dalam Konservasi Gajah Dunia
MPLS Ramah dan Gernas...
MPLS Ramah dan Gernas Rana: Memulai Pendidikan dengan Rasa Aman, Bukan Rasa Takut
Febrie Ditetapkan Jadi...
Febrie Ditetapkan Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa, Pakar: Bertentangan dengan Konstitusi dan Langgar HAM
Rakernas Perdana IKAL...
Rakernas Perdana IKAL Lemhannas Rumuskan Program Strategis Dukung Asta Cita Prabowo
Mantan Ketua KAMMI,...
Mantan Ketua KAMMI, BEM UI, hingga Korpus BEM SI Masuk Pengurus Gema Keadilan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved