Soal Peluang Kader Partai di Kabinet Dipilih Kembali, TKN Serahkan ke Jokowi
Selasa, 16 Juli 2019 - 09:21 WIB
Soal Peluang Kader Partai di Kabinet Dipilih Kembali, TKN Serahkan ke Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin, Johnny G Plate enggan berspekulasi lebih lanjut terkait peluang kader partai politik yang saat ini duduk di Kabinet Jilid I akan dipilih kembali.
Menurut Johnny, penilaian layak atau tidaknya kader partai untuk 'mengamankan' kursi menteri berpulang kepada Jokowi sebagai Presiden terpilih. "Kalau urusan itu ada di presiden," jelas Johnny di Jakarta, Selasa (16/7/2019).
Namun demikian, Johnny menilai, pembentukan Kabinet periode pertama disebutnya tidak gampang. Para anggota Kabinet harus menyesuaikan perubahan leadership yang diterapkan Presiden Jokowi baik dari sisi orientasi dan ukuran keberhasilan menteri.
"Kemarin pak Jokowi sudah sampaikan bahwa saya akan cek satu-satu. Karenanya apa yang disampaikan dalam sidang kabinet harus juga sama apa yang seperti terjadi di lapangan, kali ini apa kinerjanya ada di pak Jokowi," ujarnya.
Sekjen DPP Partai Nasdem itu menambahkan, terkait peluang kader partai yang duduk dalam kabinet Jilid pertama bisa saja dilanjutkan. Pasalnya, pola pembangunan yang dilakukan Jokowi bersama wakilnya, Kiai Ma'ruf pada dasarnya meneruskan pembangunan yang sudah dirancang sebelumnya seperti pembangunan infrastruktur.
"Ada juga pasti menteri-menteri yang baru karena portofolio-portofolio baru yang ingin diangkat. Karena itu tidak bisa berada di tingkat persaingan yang maksimal, dalam tingkat persaingan dunia dan untuk memenuhi kebutuhan penyelenggara di dalam negeri," ungkap dia.
Menurut Johnny, penilaian layak atau tidaknya kader partai untuk 'mengamankan' kursi menteri berpulang kepada Jokowi sebagai Presiden terpilih. "Kalau urusan itu ada di presiden," jelas Johnny di Jakarta, Selasa (16/7/2019).
Namun demikian, Johnny menilai, pembentukan Kabinet periode pertama disebutnya tidak gampang. Para anggota Kabinet harus menyesuaikan perubahan leadership yang diterapkan Presiden Jokowi baik dari sisi orientasi dan ukuran keberhasilan menteri.
"Kemarin pak Jokowi sudah sampaikan bahwa saya akan cek satu-satu. Karenanya apa yang disampaikan dalam sidang kabinet harus juga sama apa yang seperti terjadi di lapangan, kali ini apa kinerjanya ada di pak Jokowi," ujarnya.
Sekjen DPP Partai Nasdem itu menambahkan, terkait peluang kader partai yang duduk dalam kabinet Jilid pertama bisa saja dilanjutkan. Pasalnya, pola pembangunan yang dilakukan Jokowi bersama wakilnya, Kiai Ma'ruf pada dasarnya meneruskan pembangunan yang sudah dirancang sebelumnya seperti pembangunan infrastruktur.
"Ada juga pasti menteri-menteri yang baru karena portofolio-portofolio baru yang ingin diangkat. Karena itu tidak bisa berada di tingkat persaingan yang maksimal, dalam tingkat persaingan dunia dan untuk memenuhi kebutuhan penyelenggara di dalam negeri," ungkap dia.
(pur)