Menu Makan Jamaah Haji Indonesia Gunakan Rumus 2, 3, 4, 5

Jum'at, 12 Juli 2019 - 04:16 WIB
Menu Makan Jamaah Haji...
Menu Makan Jamaah Haji Indonesia Gunakan Rumus 2, 3, 4, 5
A A A
MADINAH - Menu makanan jamaah haji Indonesia bercita rasa Nusantara selama di Arab Saudi. Makanan yang diberikan telah dihitung gizinya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi jamaah.

Pemenuhan nutrisi jamaah penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit. Sebab, aktivitas jamaah dari sejak tiba di Tanah Suci hingga kepulangan ke Tanah Air cukup tinggi dan membutuhkan fisik yang kuat.

Selama di Madinah, jamaah haji mendapatkan 18 kali makan. Diberikan dua kali sehari, untuk makan siang dan malam. Untuk sarapan pagi, jamaah mendapatkan roti.

Selain itu, jamaah juga mendapatkan paket coffe shop yang dimasukan dalam kotak. Di dalamnya ada kopi sachetan, teh celup, saus, kecap, gula, gelas, dan sendok.

"Bagi jamaah yang tiba Madinah di atas jam 10 malam (waktu Arab Saudi) akan mendapatkan nasi ayam bros (goreng) plus kentang," kata Kasie Katering Daerah Kerja (Daker) Madinah, Dewi Gustikarini di Madinah, Kamis (11/7/2019).

Menurutnya, menu yang diberikan jamaah didasarkan pada rumus 2, 3, 4, 5. Yakni dua kali telur, tiga kali daging, empat kali ayam, dan lima kali ikan. Sayurnya bervariasi antara lain tumis buncis, terong bumbu balado, tumis wortel jagung, dan lain-lain. Dalam setiap menu makan juga dilengkapi dengan buah dan air mineral.

Pemilihan menu jamaah haji, kata Dewi, telah dikonsultasikan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ahli gizi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), dan Sekolah Pariwisata Bandung Jurusan Tata Boga. "Sehingga kandungan gizi di dalam makanan telah disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi jamaah," katanya.

Dewi mengatakan, pendistribusian makanan ke jamaah dilakukan dua kali. Untuk makan siang mulai dikirimkan ke hotel sejak pukul 10.00 hingga 13.00 WAS. Adapun makan malam mulai pukul 19.00 hingga 22.00 WAS. Pemilihan waktu ini juga menyesuaikan kegiatan ibadah jamaah melaksanakan Arbain (salat 40 waktu) di Masjid Nabawi.

"Jamaah haji harus segera mengonsumsi makanan yang diberikan. Jangan disimpan karena masa kelayakan makanan hanya sekitar dua jam setelah didistribusikan," kata Dewi.

Panitia Penyelanggara Ibadah Haji (PPIH) bekerja sama dengan 15 perusahaan untuk memenuhi kebutuhan makanan jamaah haji di Madinah, 36 perusahaan di Mekkah, 13 perusahaan di Arafah dan Mina, dan sisanya dikelola oleh muassasah Asia Tenggara. Masing-masing perusahaan wajib mempekerjakan minimal 1 juru masak asal Indonesia untuk menjaga cita rasa Nusantara. Bila ada perusaan besar tidak memiliki koki dari Indonesia, tidak akan dipilih untuk melayani jamaah haji Indonesia.
(amm)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
Berita Terkini
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Iran Ali Khamenei pada 9 Juli
Cak Imin Bangga, Luluk...
Cak Imin Bangga, Luluk Nur Hamidah Resmi Sandang Gelar Doktor Sosiologi UI
Polri Usut Dugaan Korupsi...
Polri Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Pasokan Batu Bara yang Bikin Pemadaman Listrik Bergilir
Presiden Prabowo Sambut...
Presiden Prabowo Sambut Kedatangan PM India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma
Banggar Ungkap Anggaran...
Banggar Ungkap Anggaran MBG Turun pada RAPBN 2027, Jadi Rp174 Triliun
Prabowo dan PM Wong...
Prabowo dan PM Wong Sepakati 26 Kerja Sama, Pertahanan hingga Keselamatan Nuklir
Infografis
5 Menu Sarapan Praktis...
5 Menu Sarapan Praktis yang Wajib Ada di Meja Makan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved