Fahri Hamzah Tuding Tawaran Menteri untuk Bungkam DPR

Jum'at, 05 Juli 2019 - 21:22 WIB
Fahri Hamzah Tuding...
Fahri Hamzah Tuding Tawaran Menteri untuk Bungkam DPR
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) Fahri Hamzah menuding bahwa tawaran menteri untuk parpol oposisi lewat jalur rekonsiliasi hanya untuk membungkam DPR dan mengamankan Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf selama 5 tahun ke depan.

“Saya khawatir, masih bingung gitu, sebab enggak ada pentingnya partai hanya dapat satu menteri terus menjadi partai pemerintah apa gunanya. Ya saya mohon maaf ya misalnya kayak waktu itu ada partai misalnya satu menteri akhirnya jadi mingkem semua di DPR enggak boleh ngomong. Apa gunanya? Emang bisa dapat apa? Katakan lah kayak Gerindra sekarang mau dapat menteri apa sih terus itu kemudian menjadi hebat apa enggak ada,” ujar Fahri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Karena itu, menurut Fahri, konstelasi politik yang ada saat ini dianggap final saja. Menurutnya, Jokowi dengan kawan-kawan parpol yang ada di pemerintahan sudah menjadi koalisi yang mantap. Jadi, tidak perlu lagi pemerintah memikirkan cara untuk membungkam DPR yang memegang peranan kontrol terhadap pemerintah.

“Enggak usah memikirkan akan membuat DPR itu suruh diem gitu dengan cara ditarik beberapa orang jadi menteri, enggak usah, itu salah konsepsi,” tegas Fahri.

Fahri menyarankan pemerintah berkoalisi dengan rakyat sehingga tidak bisa dijatuhkan oleh proses politik kecuali melanggar hukum. Terlebih, proses itu sangat panjang karena harus memenuhi 12 item untuk impeachment, lalu membentuk hak angket dan ditemukan kesalahan, dilanjutkan dengan hak menyatakan pendapat dan disetujui oleh mayoritas di DPR, baru kemudian bisa dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK). Misalnya MK memutuskan, putusannya diserahkan ke MPR dan putusannya diserahkan ke MPR.

“Karena itu Presiden jangan merasa lemah saya kalau tidak mengambil partai-partai untuk jadi (teman), enggak begitu,” tandasnya.

Fahri juga menyayangkan bahwa pengertian rekonsiliasi ini dicampuradukkan dengan merekrut parpol di luar pemerintah. Sehingga muncul anggapan bahwa kalau sudah rekonsiliasi maka kritik itu selesai.

“Jadi oposisi enggak paham, koalisi enggak paham, rekonsiliasi juga enggak paham, bagaimana orang-orang ini bernegara konsepsi dasar ini mereka enggak mengerti,” tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
PAN Gabung Koalisi Jokowi,...
PAN Gabung Koalisi Jokowi, Pengamat: Tidak Selalu Harus Masuk Kabinet
Survei: 67,8% Publik...
Survei: 67,8% Publik Puas terhadap Kinerja Jokowi-Maruf
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM
Staf Khusus Presiden...
Staf Khusus Presiden Surati Camat, Natalius Pigai: Ada Vandalisme Moral
Jejak Reshuffle Kabinet...
Jejak Reshuffle Kabinet Era Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Beberkan...
Ma'ruf Amin Beberkan Kunci Harmonis dengan Jokowi
Berita Terkini
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK: Gak Pakai Rompi Ye!
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Eks Jampidsus Febrie...
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Selesai Diperiksa, 2 Mobil Tahanan Siaga di Kejagung
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Kritisi Rapat Pleno...
Kritisi Rapat Pleno IX AMPI, Wasekjen Leriadi: Produknya Cacat Hukum
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved