Munas Golkar Sebelum Pelantikan Dinilai Untungkan Jokowi-Ma'ruf

Jum'at, 05 Juli 2019 - 14:31 WIB
Munas Golkar Sebelum...
Munas Golkar Sebelum Pelantikan Dinilai Untungkan Jokowi-Ma'ruf
A A A
JAKARTA - Pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah menyarankan, Musyawarah Nasional (Munas) Golkar dilaksanakan sebelum Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024.

Menurut Trubus, Munas yang dilakukan sebelum pelantikan bisa memberikan keleluasan kepada Jokowi-Ma'ruf untuk menentukan arah pemerintahan selama 5 tahun mendatang.

"Munas sebelum pelantikan justru menguntungkan pemerintah dan rakyat. Karena kalau setelah pelantikan diselenggarakan Munas, pasti terjadi ketidakpastian yang bisa mengguncangkan situasi," kata Trubus, di Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Trubus menilai, jika Munas dilakukan lebih awal, maka Presiden Jokowi bisa punya banyak waktu untuk menyusun agenda konsolidasi dengan Ketua Umum yang nantinya terpilih. Terlebih, Jokowi punya kebutuhan untuk menyusun kabinet berdasarkan usulan dan masukan partai koalisi.

"Artinya, siapa pun ketum partai bisa mengonsolidasikan barisannya ke Pak Jokowi," ucapnya.

Kata Trubus, ada sejumlah kerugian yang diterima pemerintah dan rakyat apabila Munas Golkar diselenggarakan sesudah Oktober 2019. Pertama, Jokowi akan bingung untuk memilih menteri dari Golkar.

"Pak Jokowi kan tidak tahu ketua partainya siapa sehingga Pak Jokowi akan bingung siapa calon menteri yang akan dipilih di kabinet," kata Trubus.

Kedua, lanjut Trubus, ketidakpastian siapa ketua Golkar akan mempengaruhi laju kinerja Jokowi-Ma'ruf. Apabila menteri-menteri yang dipilih dari Golkar tidak selaras dengan ketua umum yang baru, maka hal itu membawa masalah dalam pelaksanaan program-program Jokowi-Ma'ruf.

"Kebijakan-kebijakan semakin kritis manakala kemudian orang-orang yang dipilih enggak nyambung dengan ketua partai yang terpilih nanti. Yang sekarang ini kan Airlangga Hartanto mendukung Jokowi, kalau misalnya nanti bukan Airlangga yang terpilih, pasti terjadi kerancuan," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Bahlil Tegaskan Golkar...
Bahlil Tegaskan Golkar Kawal Jokowi-Ma'ruf Amin sampai Tuntas
PAN Gabung Koalisi Jokowi,...
PAN Gabung Koalisi Jokowi, Pengamat: Tidak Selalu Harus Masuk Kabinet
Politikus Golkar: Periode...
Politikus Golkar: Periode Kedua Pemerintahan Ini Terlalu Kental Politiknya
Gerindra Tak Ambil Pusing...
Gerindra Tak Ambil Pusing PAN Masuk Kabinet Indonesia Maju
Pertemuan Sekjen Parpol...
Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi Jokowi, Perindo: Solid Dukung Jokowi-Ma'ruf
Deretan Nama Calon Dubes,...
Deretan Nama Calon Dubes, Ada Eks Pemred Metro TV dan Politikus Golkar
Berita Terkini
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved