BSSN Ungkap Serangan Siber ke Indonesia, Datanya Mencengangkan

Rabu, 03 Juli 2019 - 07:50 WIB
BSSN Ungkap Serangan...
BSSN Ungkap Serangan Siber ke Indonesia, Datanya Mencengangkan
A A A
JAKARTA - Serangan siber menjadi ancaman cukup serius yang dihadapi bangsa Indonesia. Berdasarkan catatan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), tercatat selama kurun waktu 2018, wilayah kedaulatan Indonesia mengalami sekitar 232 juta percobaan serangan siber.
Di antaranya sebanyak 122 juta serangan malware dan 16.000 jenis serangan inside dan outside.

Selanjutnya pada Mei 2019, tercatat jenis serangan siber yang dikategorikan trojan dengan indikasi penyebaran malware mencapai 1,9 juta serangan, disusul dengan kategori attempt, yaitu semacam percobaan merebut untuk menjadi admin dalam suatu akun yang mencapai 1,1 juta serangan.

Data tersebut disampaikan Kepala BSSN Letnan Jenderal TNI Purn Hinsa Siburian dalam Round Table Discussion bertajuk Wilayah Negara dan Sistem Pertahanan dan Keamanan Menurut UUD NRI Tahun 1945 yang digelar Lembaga Pengkajian MPR RI di Gedung Nusantara IV MPR/DPR/DPD, Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Hinsa menjelaskan, cyber space atau ruang siber di wilayah NKRI ternyata telah terbangun banyak infrastruktur pemerintah atau lazim dikenal dengan istilah e-government. Selain itu juga banyak infrastruktur non-pemerintah atau dikenal dengan jaringan pangan, kesehatan, atau industri.

“Saya berpandangan setidaknya terdapat tiga lapisan konstelasi jaringan infrastruktur kritikal dan kompleks yang dikelola dan dipelihara operasional oleh banyak pihak dengan kepentingan yang berbeda-beda,” tuturnya.

Pertama adalah keamanan siber yang bentuknya abstrak, namun sejatinya dapat dijangkau dan dirasakan manfaatnya. Lapisan kedua adalah senjata siber yang bentuknya juga mungkin abstrak kasat mata, namun dapat merusak jaringan infrastruktur kritikal.

”Lapisan ketiga adalah pertahanan siber yang bentuknya suatu konsep strategis, harus konkret apabila semua jaringan infrastruktur digelar maka dapat diketahui kebijakan pertahanan siber,” urainya.

Serangan siber, kata Hinsa, bisa berasal dari seluruh ruang siber di bumi lewat jaringan internet untuk memperoleh informasi atau maksud lain yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut dia, ada dua pola ancaman siber, yakni serangan siber yang akan menyasar data atau sistem elektronik dengan risiko terganggunya sistem elektronik, tercurinya data atau informasi rahasia baik individu, organisasi maupun perusahaan.

Kedua adalah peperangan siber yang terletak pada aktor pelakunya yakni kemungkinan diduga diinisiasi oleh aktor negara yang akan menyasar informasi dan infrastruktir kritikal negara. “Ini antara lain dengan risiko lumpuhnya sebuah negara,” urainya.
(dam)
Berita Terkait
Pembangunan SDM, Jadi...
Pembangunan SDM, Jadi Kunci Pembangunan Keamanan Siber Indonesia
Sejumlah Pertimbangan...
Sejumlah Pertimbangan Perluasan Monitoring Kemanan Siber di BSSN
Hadapi Serangan Siber...
Hadapi Serangan Siber dan Ancaman Dark Web, BSSN Gelar Pelatihan
Laporan Tahunan, BSSN...
Laporan Tahunan, BSSN Harap Jadi Pertimbangan Kebijakan Pemerintah
BSSN dan TUV Rheinland...
BSSN dan TUV Rheinland Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Keamanan Siber
Sejarah Perkembangan...
Sejarah Perkembangan Keamanan Siber, dari Dinas Code hingga CSIRT
Berita Terkini
KPK Tahan 3 Tersangka...
KPK Tahan 3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jawa Timur
Mendagri Apresiasi 10...
Mendagri Apresiasi 10 Calon Wisudawan Terbaik IPDN Angkatan XXXIII dari Beragam Latar Belakang
Apresiasi Penunjukan...
Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, Amos Simanjuntak: Pilihan Tepat
Perludem Usulkan MMP,...
Perludem Usulkan MMP, Partai Perindo Sebut Jadi Alternatif Solutif Reformasi Pemilu
Kepala BGN Sudaryono:...
Kepala BGN Sudaryono: Kami Bukan Superman, Siap Terima Masukan
Dirjen Imigrasi Sebut...
Dirjen Imigrasi Sebut Pencekalan Febrie Adriansyah Masih Berlaku
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved