KPK Telusuri Peran Rommy dalam Kasus DAK Tasikmalaya

Minggu, 23 Juni 2019 - 21:23 WIB
KPK Telusuri Peran Rommy...
KPK Telusuri Peran Rommy dalam Kasus DAK Tasikmalaya
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri peran ‎mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muchammad Romahurmuziy dalam kasus dugaan suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, pada Jumat 21 Juni 2019 lalu penyidik memeriksa anggota Komisi XI DPR sekaligus mantan Ketua Umum DPP PPP ‎Muchammad Romahurmuziy atau Rommy sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengurusan alokasi DAK Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018 dari APBN.

Rommy diperiksa untuk tersangka pemberi suap Wali Kota Tasikmalaya periode 2012-2017 dan 2017-2022 sekaligus Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya, Budi Budiman.

Febri menegaskan, ada beberapa alasan Rommy diperiksa. Pertama, untuk mendalami hubungan antara Rommy dan Budi Budiman serta terpidana penerima suap dan gratifikasi, Yaya Purnomo (divonis 6 tahun 6 bulan penjara) selaku Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman pada Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Penyidik juga mengklarifikasi apakah saksi memiliki peran atau tidak dalam pengurusan anggaran untuk DAK Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018. Buktinya apa saja tentu kami tidak bisa sampaikan. Karena untuk pengurusan anggaran DAK Tasikmalaya sedang kami dalami saat ini. Saksi diperiksa pasti karena ada kaitannya," tutur Febri saat dikonfirmasi Minggu (23/6/2019).

Ketiga, ada fakta persidangan dan pertimbangan putusan terpidana Yaya tentang adanya pertemuan antara Rommy dengan Yaya dan Wakil Bendahara Umum DPP PPP sekaligus pemilik PT Dewata Lestari Indotama Puji Suhartono. Fakta ini, kata Febri, menjadi perhatian penyidik guna pengembangan kasus dengan tersangka Budi.

"Fakta-fakta persidangan tentu menjadi konsen penyidik. Pertemuan yang terjadi kami telusuri," ujarnya.

Febri melanjutkan, jika menyimak fakta persidangan dan pertimbangan putusan atas nama Yaya memang ada penerimaan lain oleh Yaya sehubungan dengan pengurusan usulan dan pengesahan DAK bidang pendidikan untuk Kabupaten Kampar Tahun Anggaran 2018 dari APBN.

"Untuk Kabupaten Kampar, saya belum terima informasi apakah juga dikonfirmasi saat pemeriksaan yang bersangkutan (Rommy-red). Yang pasti memang dalam persidangan Yaya Purnomo ada banyak fakta yang muncul, tentu kami telusuri satu persatu," ucapnya.

Pada Jumat lalu, saat keluar ruang steril KPK, Muchammad Romahurmuziy (Rommy) tidak memberikan komentar apapun tentang pemeriksaannya sehubungan dengan kasus dugaan suap pengurusan DAK Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018
(dam)
Berita Terkait
Ketua Umum Laskar Pemuda...
Ketua Umum Laskar Pemuda Merah Putih Papua Dukung KPK Dalami Penggunaan Dana PON
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
Anies Masuk Bursa Calon...
Anies Masuk Bursa Calon Ketum PPP, Jubir Akui Ada Komunikasi dengan Internal
Ketua DAS Wilayah Tabi...
Ketua DAS Wilayah Tabi Berharap KPK Layangkan Panggilan Ketiga pada Lukas Enembe
Tak Cuma Butuh Fulus...
Tak Cuma Butuh Fulus agar Jalan PPP Kembali ke Senayan Bisa Mulus
Kader Ditangkap KPK,...
Kader Ditangkap KPK, Wasekjen PPP: Itu Tanggung Jawab Pribadi
Berita Terkini
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved